Cerita ABG mesum Malah Ketagihan
Cerita ABG mesum Malah Ketagihan
DominoQQ-Cerita Seks-kali menceritakan pengalaman sex dari kedua remaja ganteng dan kaya yang berniat memperkosa Ibu kos yang berjilbab yang mempunyai tubuh sexy, payudara besar dan pantat yang semok. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik ini.
![]() |
| Cerita ABG mesum Malah Ketagihan |
DominoQQ-Cerita Seks-kali menceritakan pengalaman sex dari kedua remaja ganteng dan kaya yang berniat memperkosa Ibu kos yang berjilbab yang mempunyai tubuh sexy, payudara besar dan pantat yang semok. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik ini.
Jimmynama panggilanku,
nama lengkap Jimmy lim, di web dewasa ini aku akan menuliskan cerita sex mesumku
yang bisa dibilang Freak, dan bahkan terkesan nekat. Aku memulai petualangan
sexs-ku bertawal dari ketika aku mendapatkan teman yang bernama Dani, dia
adalah teman satu jurusanku yang bisa dibilang memiliki wajah tampan dan dan
bertubuh proposional.
Kalau dilihat secara
fisik Dani ini memang tipe laki-laki idaman para wanita.
Dani ini sangat berbeda sekali dengaku, kalu berbicara tentang fisik aku
seorang laki-laki yang biasa-biasa saja, namun aku mempunyai kelebihan dalam
hal life style. Aku tipe laki-laki yang selalu menjaga penampilan, aku bisa
seperti itu karena orang tuaku cukup kaya.
Sehingga untuk masalah
life style, uang jajan, dan fasilitas kendaraan aku lebih unggul dari Hendra.
Walaupun kami berbeda, namun kami bersahabat baik, dari atar belakang kami maka
jadilah kami duo playboy, hhe. Yang namanya Playboy/ player pastinya kami
sering berganti-ganti pasangan, dan tentunya hampir semua mantan kami pernah
kami setubuhi.
Sampai pada suatu
hari, kami-pun agak bosan dengan tipe cewek yang binal dan matre karean terlalu
mudah untuk kami tiduri/setubuhi, pada akhrinya kamipun mencari pasangan yang
berhijab.Untuk mendaatkan pacar berhijab saat itu kami-pun tidak mendapatkan
kesulitan, namun seiring berjalanya waktu gairah sex kami-pun timbul kembali.
Yah, namanya lelaki
pastinya ingin merasakan barang barunya, hhe, pada saat itu kami berdua mencoba
untuk merayu dan mengajak pacar kami yang berhijab untuk bersetubuh, huh… namun
apa hasilnya ? Alhasil kami serempak diputuskan doleh pcar kami yang berhijab
tadi, hha. Namun yasudahlah namanya juga wanita berhijab, pastilah mereka
menjaga auratnya.
Singkat cerita selang
2 minggu kami diputuskan oleh pacar kami, maka mu culah pemikiran untuk
melakukan perkosaan kepada wanita berhijab, namun misi ini harus berakhir
berakhir dengan kepuasan dari si korban agar kami tidak terjerat undang-undang
asusila. Hemm… Saat itu kami berfikir keras, apa bisa ya misi kami ini
berhasil.
Hari demi hari kami
memikirkan rencana itu dengan serius, sampai pada akhirnya kamipun menemukan
cara itu namun dengan syarat korban harus harus wanita yang kami kenal, kedua
korban harus tidak perawan lagi, karena kehilangan keperawanan akan menimbulkan
trauma pada korban dan yang ketiga, kami harus mempersiapkan peralatan yang
lengkap.
Peralatan
itu seperti dari tali untuk mengikat korban, plester untuk menutup mulut, obat
perangsang wanita, dan bahkan obat bius, hhe. Jauh-jauh hari kami sudah
mempersiapkannya, pada akhirnya setelah kami merasa rencana kami sudah matang,
maka kamipun melakukan seleksi korban, dan pada akhrinya kami menemukan calon
korban itu.
Sebut saja namanya Ibu
Vina, dia adalah wanita berhijab yang sudah dan memupyai 2 anak. Namun suaminya
memiliki istri muda, jadi jika kami memilih bu Vina sebagai calon korban adalah
hal yang tepat, karena dimanapun tempatnya istri tua pasti jarang dibelai, hhe.
Bu Vina ini mempunyai beberapa kamar kost yang di khusukan untuk kost putri
Beliau jika kami
tafsirkan usianya sekitar 37 tahun, walaupun bu Vina ini berhijab namun dia
Nampak sangat cantik dan menarik sekali. Bu Ini berhijab dengan ala masa kini,
berhijab namun ketat, so wo man. Dari balik pakain hijabnya kami dapat melihat
keVinaan payudara dan pantatnya yang semok sekali.
Hasil dari penafsiran
kami, ukuran bra-nya jika dilihat dari balik pakaian hijabnya kira-kira berukuran
36B. Seperti kami bilang tadi korban harus mengenal kami, nah Bu Vina ini cukup
mengenal kami karena memang kami sering main ke tempat kost Bu Vina untuk
urusan mengencani anak kost yang tinggal dikost milik Bu Vina.
Jika berbicara tentang
wajah, wanita yang terbilang sudah matang ini sanagtlah pas dengan namanya,
karena wajahnya dan tubuhnya sangat Vina jika dipandang, apalagi kalau bisa
dirasakan,hahahha. Tak jarang mata kami jelalatan ketika melihat pantat
semoknya dan payudara yang tertutup oleh baju hijab ketatnya model masa kini.
Sungguh egois sekali
suami bu Vina ini, sudah mempunyai istri cantik dan bohay seperti ini, masoh
saja mencari istri muda, dan heranya bu Vina kog bisa mau yah, entahlah. Suami
Bu Vina ini memeberikan kompensasi kepada Bu Vina sebuah kost-kostan yang
mEughhhasilkan rupiah yang cukup lumayan bahkan kalau saya hitung-hitung lebih
dari cukup.
Oh iya anak bu Vina
yang pertama berumur 14 tahun, dan anak yang kedua baru berusia 10 tahun, anak
pertama SMP dan yang kedua baru sekolah SD. Singkat cerita pada hari itu dengan
rencana yang matang dan peralatan yang lengkap di dalam tas ransel, kami-pun
mendatangi kost milik Bu Vina pada sekitar pukul 09.30 pagi.
Pagi itu terlihat
suasana kost sudah sepi, karena semua pEughhhuni kost sudah berangkat kuliah
dan kedua anaknya juga sedang sekolah. Karena pada saat itu kami melihat
kondisi kost kondusif, kemudian kami-pun langsung memasuki rumah Bu Vina yang
letak rumahnya jadi satu dengan kost-nya, setelah masuk kamipun menyapa,
“ Permisi Bu Vina,
selamat pagi, ” ucap sapa ramah kami.
Pada saat itu kebetulan sekali Bu Vina sedang
bersih-bersih dan membereskan ruang tamunya. Terlihat saat itu Bu Vina memakai
kaos lengan panjang yang cukup ketat untuk ukuran baju muslim, dibalik baju
mjslim ketatnya terlihat montok sekali guest teteknya, wow… gede dan kencang
sekali kawan. Mendengar sapaan kami Bu Vina-pun menyambut kami,
“ Eh… ada Dani dan Jimmy,
kok tumben kalian datangnya pagi-pagi sekali, emangnya pagi-pagi gini kaalian
mau ngapelin siapa ? perasaan jam segini anak-anak pada kuliah deh, ” ucap Bu Vina.
Dengan senyum ramah dan manis bu Vina-pun menyambut kami,
Dengan senyum ramah dan manis bu Vina-pun menyambut kami,
“ Bener juga yah Bu,
pantesan sepi banget ini kostnya. Terus kita mau ngapain yah bu kesini, padahal
kami sudah bawa pizza nih buwat para cewek, hhe… ” ucapku mulai memancing Bu Vina.
“ Wah sayang banget
dong Pizza-nya kalau gitu, ” kata Bu Vina sambil terus membereskan furniture di
ruang tamunya.
Pada saat itu posisi
Bu Vina agak membelakangi kami sehingga pantat semok dibalik rok panjangnya
terlihat bergerak-gerak yang membuat jantung kami semakin berebar-debar saja,
lalu,
“ Daripada mubazir,
gimana Pizza-nya kita makan sama-sama aja Bu, mau nggak Bu ?, ” ajakku.
“ Beneran nih, kalau
kalian memaksa sih Ibu nggak bakalan nolak, hhe…, ” ucapnya dengan candanya
dengan renyah.
Hemm… Seandainya saja
Bu Vina tahu maksud kedatangan kami,
“ Yaudah Bu silahkan
saja dimakan Bu, lagian kalau kami berdua yang makan pastilah tidak akan habis,
hhe…, ” sahut Dani sembari membuka kardus pizza yang masih panas itu.
Kemudian Bu Vina tanpa
rasa sungkan-pun mulai nimbrung dengan kami dan bersama-sama dengan kami
menikmati pizza yang lezat itu,
“ Oh iya bu, kami kog
lupa beli minuman yah Bu, ” ucapku.
“ Udah kalian tenang
aja, ngomong-ngo ngomong kalian mau minum apa?, ” ucap Bu Vina menawarkan minum
pada kami.
“ Eummm, apa yah,
kalau boleh kami pinginya minum susu Murni Bu, hhe… ” ucap Dani memancing lagi.
“ Wah, Susu murni
kaya’nya ibu nggk punya deh, gimana kalau kopi aja ?, ” ucapnya menawarkan
minuman lain dengan polosnya.
Ternyata Bu Vina
benar-benar tidak tahu maksud kami, padahal susu yang kami maksud adalag susu
murni dari payudara Bu Irma, hha… Saat itu kamu seakan sudah tak sabar ingin
segera meremas payudara yang besar dan kencang itu,
“ Wah, masa sih Ibu Vina
enggak punya susu ?, ” canda Dani dengan melirik Payudara Bu Vina.
“ Hemmm… dasar kamu
Rif, ngeres aja fikiranya… Husss… husss jangan gitu nggak baik !!!, ” kata Bu Vina
ternyata mulai sadar kalau kami memandangi payudara-nya dengan penuh nafsu.
Lanjutnya lagi,
“ yasudah kalian
tunggu sebentar yah, biar Ibu buwatkan kalian kopi, ” ucapnya mengalihkan
pembicaraan.
Seakan-alan Bu Vina
mencoba untuk tidak meladeni canda’an kami yang mulai menjurus dan berjalan ke
dapur denga lenggokan pantatnya yang semok. Kami segera bangkit mengikuti Ibu
montok itu. Tugas Dani adalah memegang Bu Vina supaya dia tidak bisa berontak,
sementara aku akan menutup hidung dan mulutnya dengan sapu tangan yang ada obat
biusnya.
Obat bius yang kami
berikan kepada Bu Vina mempunyai dosis rendah, jadi jika digunakan hanya akan
akan membuat korban sedikit lemas, tapi tetap sadar. Saat itu kami melihat Bu Vina
sedang membuat racikan kopi di dapur. Pantatnya yang semok membelakangi kami
dan dengan segera kami mengepungnya dari kanan dan kiri,
“ Maaf Bu, kami maunya
susu, boleh kan, ” pinta Dani dengan pandangan yang semakin nakal ke arah
payudara-nya.
“ Iya Bu, kami minta
baik-baik…, ” sahutku beriringan.
Bu Vina mulai nampak
panik melihat wajah mesum kami.
“ Gila kalian…, ” seru
Bu Vina mulai meninggi.
Melihat cara baik-baik
tampaknya gagal, Dani dengan tubuh atletisnya itu segera mendekap Bu Vina dari
belakang,
“ Jangan ngelawan dong
Bu…, ” kata Dani.
“ Apa-apaan nih,
kalian tidak waras yah !!!, ” ucap Bu Vina mencoba memberontak.
Namun percuma saja Bu Vina
berontak, karena Dani lebih kuat daripada Bu Vina. Saat itu aku-pun segera
bertindak cepat dengan sapu tangan yang ada obat biusnya, alhasil dalam sekejap
Bu Vina terlihat langsung pusing dan lemas. Aku segera menutup mulutnya dengan
kain,
“ Beres bro, udah
enggak bisa berontak nih, ayo bawa ke tempat tidur…, ” ucap Dani.
Kami membopong tubuh
semok Bu Vina yang lemas itu ke kamar tidurnya dan sebagai langkah awal, aku
bertugas memangku Bu Vina dan Dani bertugas memberikan foreplay buat Bu Vina.
Wajah Bu Vina semakin pucat karena takut, dan terlihat air matanya meleleh dari
matanya,
“ Tenang Bu, kami
berikan yang terbaik kok,so Bu Vina enjoy aja yah !!!” bisikku di telinganya.
Dani dengan penuh
percaya diri membuka baju dan celananya sehingga tubuh atletisnya hanya
dibungkus celana kolor yang tak mampu menyembunyikan kebesaran kontol-nya. Bu Vina
berusaha menendang Dani dikala Arid akan menyingkap rok panjangnya, namun
tenaganya sangat kecil bahkan nyaris tak ada.
Kini kami menikmati
pemandangan kedua paha Bu Vina yang montok, putih dan mulus,
“ Keren coy…” ujar Dani
kagum pada pamandangan Vina itu.
“ Yo’i…” aku
membenarkan, ”terus ke atas dong, ”.
“ Sabar…perlahan biar
Bu Vina menikmati, ” kilah Dani.
Dani membelai paha Bu Vina dengan lembut dan
sekali-kali menciumnya sambil tangannya terus menyingkap rok panjang hingga
terlihat daerah selangkangan dengan celana dalam warna hitam yang kontras
dengan kulit putih pahanya,
“ Wow, kayaknya lebat
sekali nih bro kayak hutan belantara, hahaha…, ” ucap Dani seraya membelai
rambut-rambut kewanitaan Bu Vina yang tumbuh melewati batas celana dalam.
Bu Vina masih mencoba
meronta, namun tetap tak bertenaga. Akhirnya ia hanya membuang muka dan
memejamkan matanya. Dengan nakal Dani mulai menciumi selangkangan Bu Vina,
suaranya berdecup keras, apalagi disaat ia mencium tepat di bagian memek Bu Vina
yang masih tertutup celana dalam,
“ Buka dong Rif celana
dalamanya, udanh sangek banget nih gue !!, ” ucapku kepada Dani.
Dani menuruti
kemauanku. Dengan perlahan ia memeloroti celana dalam hitam milik Bu Vina
sehingga kini gundukan bukit kemaluannya tampak jelas dengan rambut liar yang
menutupi keVinaan liang senggama-nya,
“ Tukan bener bro,
gondrong jembut-nya…” ujar Dani.
“ Yah… maklum jarang
dipake Ron…” aku menimpali.
“ Bener-bener nih yang
punya barang kayak gini dianggurin, kalau gue yang punya pasti gue embat terus
tiap hari, ” kata Dani.
Dengan lembut dan
profesional, Dani menyibak rambut kemaluan Bu Vina sehingga ia menemukan bibir
vagina yang merekah,
“ Eh… udah agak basah
nih…” ujar Dani.
“ Wah… dari tadi kan
kami sudah bilang Bu, jangan ngelawan, pasti enak kok…” candaku.
Bu Vina masih
memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya. Dia masih berupaya mengingkari
bahwa ternyata dia terangsang oleh kami. Dani memulai jurus-jurus foreplay
dengan membasahi jarinya denga jelly pelumas dan kemudian membelai-belai labium
mayora Bu Vina, dan tentu saja tak ketinggalan Itil-nya.
Saat itu pada bagian
Itil, Dani dengan penuh nafsu menjulurkan lidahnya dan memainkannya Tubuh Bu Vina
sontak terasa menggeliat,
“ Tuh kan, enak kan
Bu…” ucapku.
Melihat reaksi Bu Vina
yang menggelinjang, Dani semakin terbakar nafsu, ia melumat habis kemaluan Bu Vina
dengan mulut dan lidahnya. Aku yang melihat juga semakin berahi. Tubuh Bu Vina
semakin terasa menggelinjang, dan lambat laun wajahnya tak lagi berpaling. Ia
mulai menatap Dani yang tengah mengerjai kemaluannya yang sudah lama nganggur
itu.
Menurutku mungkin baru
pertama kali dia dioral seperti itu. Dani memang dahsyat, lidahnya
menjalar-jalar dari perbatasan anus dan vagina hingga ujung Itil dan
sekali-kali ia mengulum Itil Bu Vina. Wanita mana yang bisa tahan kalau
Itil-nya dikulum seperti itu. Mata Bu Vina yang tadi basah oleh air mata kini
menatap penuh harap pada Dani.
“ Ibu… mau saya buka
tutup mulutnya enggak? Tapi jangan teriak ya…” aku menawari Bu Vina dan wanita
itu terlihat mengangguk. Aku pun membuka kain penutup mulutnya.
“ Kalian gila…, ” seru
Bu Vina.
Tapi intonasinya sudah
berbeda dengan seruan pada awal sebelumnya. Kini ia seperti meracau antara
kalut dan nikmat,
“ Eughhh… Oughhh… , ”
Bu Vina semakin tak malu mengeluarkan lenguhan erotisnya disaat Dani memainkan
jarinya di dalam liang kewanitaanya.
Aku yang dari tadi
Cuma jadi penonton mulai beraksi. Dengan lihai tanganku menarik kaos Bu Vina
hingga payudara-nya yang terbungkus BH hitam menunjukkan kebesarannya,
“ Buset, gede banget
coy, ini mah semangka namanya, ” seruku takjub.
Payudara Bu Vina
memang besar dan tampak masih kencang. Dengan tak sabar aku mencopot pengait
BH-nya sehingga buah besar yang montok itu menggelantung menantang. Aku segera
meremas-remas dan memilin puting susunya yang juga besar itu,
“ Eughhh… kalian
memang kurang ajar…” racau Bu Vina yang semakin terbakar birahi.
Terlihat pada saat itu
wajah manisnya sudah terlihat mesum dan tak ada lagi air mata yang mengalir
bahkan mulutnya setengah terbuka seakan minta dicium. Akupun menyosornya dan
ternyata memang benar, wanita berjilbab putih itu membalas ciumanku. Akupun
melumat bibirnya yang seksi itu sambil terus meremas-remas payudara-nya.
Sementara di bawah, Dani
terus bergerilya. Dan hasilnya tentu saja satu kosong, Bu Vina tak mampu lagi
menahan orgasme-nya,
“ Eughhh… gila…
Ssssshhhh… Aughhhhh…, ” tubuhnya mengelinjang hebat.
Pengaruh obat bius sudah semakin berkurang
sehingga gelinjangannya semakin terasa. Ibu dua anak itu melenguh cukup keras
dan panjang tatkana orgasme menjemputnya. Wajah Dani terjepit dua paha mulusnya
sementara bibirku nyaris tergigit oleh bibir Ibu montok yang sedang meraih
kenikmatan duniawi itu,
“ Wow… asyik kan Bu…”
seruku.
“ Kini giliran kami ya
Bu…” ujar Dani tak sabar.
Kini Dani mulai
melucuti celana dalamya dan dengan segera menempelkan ujung kontol-nya di bibir
kewanitaan Bu Vina,
“ Eh… pake kondom dong
Rif…” seruku.
“ Buset… hampir lupa
gua…, ” ucapnya.
Kemudian Dani
mengurungkan niatnya untuk mEughhhunjamkan kontol-nya dan segera mencari kondom
di dalam tas dan kemudian memakainya. Setelah terbungkus kondom batang
kejantanan-nya, kini dia-pun segera menempelkan kontol-nya kembali ke bibir
kemaluan Bu Vina yang montok dan perlahan-lahan memasukinya.
Aku melihat wajah Bu Vina
semakin mesum saja. Aku menciumnya lagi dan ia juga membalasnya. Ronde kedua
dimulai. Aku berciuman dengan Bu Vina sambil terus meremas-remas toketnya yang
montok, sementara Dani asyik menggenjot memek-nya. Sampai akhirnya terdengar
lenguhan Dani tanda dia melepas orgasme-nya,
“ Hmm… istirahat dulu
ya bu…” ajakku membaringkn tubuh Bu Vina di atas tempat tidur.
Tubuh montok itu masih
terbungkus rok panjang dan kaos yang tersingkap, bahkan jilbabnya masih
dikenakannya. Aku mengambil botol aqua dari dalam tas dan menyodorkannya pada
Bu Vina. Dia menerima dan mengguk airnya, Sementara aku merobek tissue vagina
yang juga sudah kusiapkan, pokoknya lengkap peralatan kami guest.
Aku bersihkan
memek-nya dengan tissue yang harum itu sehingga tak ada lagi bekas-bekas
penjajahan Dani. Setelah aku rasa cukup bersih kini giliranku memberikan oral
seks pada Bu Vina. Wanita itu mulai terangsang lagi. Kini ia semakin tak
malu-malu. Tanggannya membelai-belai rambutku dan sekali-kali menariknya disaat
dia merasa terangsang hebat.
Aku semakin kalap dan
melahap vagina ibu beranak dua itu. Sampai akhirnya aku rasa sudah cukup
waktunya untuk melakukan penetrasi,
“ Bu kita ML pakai
gaya doggy style yah !!!, ” pintaku.
“ Gaya Apaan tuh?, ”
tanya lugu.
“ Itu loh bu, jadi ibu
nungging, terus ibu di entot dari belakang, ” ucap Dani menjelaskan ketika dia
beristirahat setalah mendapatkan orgasme-nya.
Bu Vina menurut, dia
kemudian bangkit dari tempat tidur, turun ke lantai dan menungging di tepi
tempat tidur. Wow… pantat semoknya membuat aku semakin tak sabar menikmati
permainan inti. Aku pun menempelkan selangkanganku di pantatnya, empuk sekali.
Dengan tak sabar aku menyodokkan kontol yang sudah berbalut kondom ke dalam
memek-nya.
Agak mudah memang,
maklum habis dipakai Dani, namun tetap nikmat. Aku menggenjotnya dengan irama
perlahan seakan membelai dinding-dinding memek-nya. Bu Vina tampaknya sangat
menikmati permainanku. Pantat semoknya bergoyang-goyang mengikuti irama
sodokanku. Sampai akhir aku merasa otot memek-nya mulai mengeras tanda dia
sudah hampir orgasme.
Aku mempercepat tempo
permainan dan akhirnya kami bisa meraih orgasme bersama-sama. Bu Vina
menggelepar di atas tempat tidur. Diaa pasti tak habis pikir, dalam hidupnya
dia bisa merasakan di gilir seperti ini. Biasanya suaminya yang menggilir dia
dan istri mudanya, kini dia yang merasakan dua kontol sekaligus dari 2 lelaki
muda perkasa,hhe…
LIHAT JUGA Cerita
Sex Gejolak Birahi Devina
“ Bu, ibu enggak marah
kan?, ” tanyaku.
Bu Vina tak menjawab,
namun saat itu dia menatap kami dengan wajah penuh terima kasih
“ Kalian… kalian
kurang ajar…, ” serunya.
“ Tapi enak kan Bu, ”
canda Dani yang sudah berpakaian kembali.
“ Iya sih, Enak banget, ” ucap Bu Vina dengan senyum puas.
“ hhe.. berarti lain
kali boleh dong kita dateng lagi Bu ?, ” tanyaku.
“ Dasar kalian pemuda
gila, bener-bener maniak sexs kalian yah, ” ucap Bu Vina.
Dari nada biacaranya
tadi, terdengar jelas bahwa dia mau jika kami setubuhi lagi. Setelah berkata
seperti itu Bu Vina-pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersikah diri
dari. Singkat cerita setelah 1minggu kemudian, kami datang lagi ke rumahnya,
dan Bu Vina sudah siap untuk kami setubuhi lagi.
Setelah kejadian itu
justru Bu Vina yang terlebih dahulu menghubungi kami, baik lewat telefon maupun
sms untuk meminta jatah kepada kami Dasar ibu-ibu berhijab 2 anak doyan sex,
hha. Selesai.

Post a Comment