Cerita Seks Selingkuh Dengan pembantuku
Cerita Seks Selingkuh Dengan pembantuku
![]() |
| Cerita Seks Selingkuh Dengan pembantuku |
DominoQQ-Cerita Seks-Pagi ini seperti pagi-pagiku biasanya, istriku sedang bersiap untuk berangkat kerja, sedangkan aku masih berbaring. Pekerjaan istriku dituntut harus selalu berangkat pagi, tidak seperti pekerjaanku yang tidak mengharuskan berangkat pagi. Sebelum berangkat kudengar dia berkata sesuatu pada pembantu kami Melinda, kemudian dia berpamitan dan meninggalkan rumah.
Semetara aku bersiap untuk tidur lagi, mataku hampir terpejam tapi aku mendengar ada suara langkah mendekat ke kamarku, pasti itu si Melinda yang akan membersihkan kamar tidurku. Karena memang Melinda diperintah istriku untuk membersihkan kamar dulu sebelum membersihkan yang lain.
Melinda
pembantu kami ini baru berumur 18 tahun, orangnya sedikit pendek dan memiliki
tubuh yang sintal. Aku tak pernah memperhatikan lebih tentang dia dan tidak
pernah berfikir macam-macam sebelumnya.
Tidak
berapa lama Melinda mengetuk pintu kamarku dan meminta izin untuk membersihkan
kamar, tanpa menunggu izin dariku dia pun masuk sambil membawa sapu. Baru pagi
ini aku benar-benar memperhatikan pembantuku ini.
Sudah
kebiasaanku kalau tidur cuma pakai CD, lalu timbul ide nakalku untuk mengerjai Melinda.
Dengan masih pura-pura tidur, aku menggeliat ke samping hingga selimutku
tersingkap. Sehingga bagian bawahku sudah tidak tertutup apapun, sementara
karena dari bangun tidur tadi aku belum ke WC, penisku sudah mengeras sejak
tadi.
Dengan
mata tebuka sedikit aku melihat gerak gerik Melinda, dia berkali-kali melirik
kearah CDku, yang didalamnya terdapat penisku yang sudah membesar dan mengeras.
Namun dia cuek dan tetap mengerjakan pekerjaannya. Setelah itu dia selesai
dengan pekerjaannya dan keluar dari kamar tidur. Akupun bangun ke kamar mandi
untuk buang air kecil. Seperti biasa aku lepas CDku di kamar mandi lalu aku
keluar cuma pakai handuk menuju kulkas untuk mencari minuman.
Kulihat
Melinda masih mengerjakan pekerjaannya di ruang lain, akupun merebahkan diriku
di sofa depan TV ruang keluarga kami. Sejenak terlintas untuk membuat Melinda fokus
meihat kearahku. Lalu aku berfikir, kira-kira ide apa yang akan aku pakai,
karena selama ini aku jarang sekali bicara dengan dia. Sambil aku perhatikan Melinda
yang sedang sibuk, aku mengingat-ingat yang pernah istriku ceritakan soal dia.
Yes, akhirnya aku ingat bahwa dia memiliki masalah bau badan. Dengan tersenyum
gembira aku panggil dia dan kuminta dia untuk berhenti melakukan pekerjaannya
sebentar. Melinda pun mendekat dan duduk di bawah.
Duduknya
sangat sopan, jadi tidak ada satu celah pun untuk melihat bagian vitalnya . Aku
mulai saja pada topik pembicaraanku dengannya, menanyakan apakah benar dia
mempunyai masalah BB. Dengan alasan akan ada tamu dan relasiku yang datang
berkunjung ke rumahku maka aku memintannya untuk lebih memperhatikan
masalahnya. Dia mengiyakan permintaanku, dan dia mulai berani mengatakan satu
dua hal. Masih dengan topik yang sama, akupun mengajaknya ngobrol sejenak, dan
dia respon dengan baik. Sementara dudukku dengan sengaja kubuat agar kontolku
terlihat, sehingga Melinda dapat melihatnya dengan jelas.
Kuperhatikan
matanya berkali-kali melirik ke arah kontolku, yang pelan-pelan mulai tegang.
Lalu aku bertanya padanya apakah aku boleh mencium BB-nya, sebuah pertanyaan
yang mengkagetkannya, selain karena pertanyaan aneh, juga karena untuk menutupi
rasa malunya kerena dia terus melirik ke kontolku. Melinda pun hanya mengangguk
membolehkan.
Akalku
mulai bekerja, aku meminta dia untuk mendekat padaku, dan aku mengatakan
padanya kalau dari jarak sekian centimeter tidak bau, terus aku bilang
kepadanya kalau mungkin BBnya berasal dari ketiaknya. Maka aku minta dia untuk
membuka ketiaknya. Sejenak dia terdiam, mungkin dipikirnya, apakah ini harus
dia lakukan atau tidak.
Melihat
dari tatapannya aku tahu bahwa dia bingung apa yang harus dia lakukan untuk
memenuhi permintaanku. Maka aku mengajarinya agar dia tidak bingung apa yang
harus dia lakukan. Dan aku menyuruhnya untuk menaikan kaosnya biar aku
memeriksa ketiaknya.
Mesti
agak canggung diapun menaikan kaosnya. Perlahan kulit putih mulusnya mulai
terlihat, Toketnya cukup besar juga pikirku. Seketika kontolku langsung
mengeras sepenuhnya. Begitu ketiaknya terlihat akupun mendekat untuk mencoba
menciumnya. Baunya sangat merangsang. Melinda kaget ketika hidungku menempel di
bulu ketiaknya, dia lalu menjauh dan menurunkan bajunya. Kukatakan padanya
kalau ingin BBnya hilang dia harus mencukur bulu ketiaknya. Melinda mengangguk.
Wajahnya terlihat merah padam. Matanya sesekali melirik kearah kontolku. Ya
ampun, rupanya handukku tersingkap dan kontolku yang tegang dan memanjang,
terpampang jelas di depan matanya. Pasti tersingkap sewaktu dia kaget tadi.
Kupanggil
dia lagi untuk mendekat padaku, dan kujelaskan pada Melinda, bahwa ini wajar
terjadi, karena aku sedang berdekatan dengan perempuan, apalagi saat melihat
yang berada di dalam bajunya. Dengan malu dia tertunduk. Entah dapat pikiran
dari mana, tiba-tiba aku memuji tubuhnya, kukatakan bahwa badannya sexy dan
putih. Aku juga mengatakan bahwa bibirnya bagus.
Lalu
aku memberanikan diri, sambil bangun tanganya dan memintanya untuk berdiri
dihadapanku. Sejenak kami bertatapan mata, aku mulai mendekatkan bibirku ke
bibirnya. Kami berciuman cukup lama dan sangat merangsang. Aku perhatikan dia
begitu bernafsu, mungkin sudah nafsu sejak tadi pagi ketika melihat kontolku
pas di kamar.
Lalu
aku menariknya ke sofa. Kubaringkan Melinda dan menindihnya dari pinggul ke
bawah, sementara tanganku berusaha membuka bajunya. Beberapa saat nampaknya
kesadaran Melinda bangkit dan mencoba melakukan perlawanan, sehingga kuhentikan
membuka bajunya, dan aku kembali mencium bibirnya hingga lama sekali.
Begitu Melinda terbuai lagi, tanganku langsung kuarahkan ke toketnya, kuremas-remas pelan, kuarahkan tanganku belakang untuk membuka kaitan BHnya. Hingga terpampanglah toket yang berukuran cukup besar dengan puting besar coklat muda.
Begitu Melinda terbuai lagi, tanganku langsung kuarahkan ke toketnya, kuremas-remas pelan, kuarahkan tanganku belakang untuk membuka kaitan BHnya. Hingga terpampanglah toket yang berukuran cukup besar dengan puting besar coklat muda.
Bibirkupun
langsung melumat putingnya dia mendesah pelan. Dengan begitu tanganku mudah
menyusup ke mekinya yang masih bercelana dalam, sedang tanganku yang satunya
menuntun tangan Melinda agar memegang kontolku. Secara otomatis tangannya lalu
meremas dan mengocok kontolku. Sementara aku sibuk menaikkan roknya hingga
celana dalamnya terlihat seluruhnya.
Mekinya
yang sudah basah dan sempit kumainkan dengan jari-jariku. Tidak berapa lama,
kurasakan pahanya menjepit tanganku, tubuhnya mengejang dan tangannya memegang
tanganku agar tidak bergerak dan tidak meninggalkan mekinya. Rupanya Melinda mengalami
orgasme yang pertama.
Setelah
mereda, lalu kupeluk erat badannya dan kembali merangsangnya, beberapa menit
kemudian, nampak Melinda kembali bergairah, kali ini Melinda lebih agresif, dia
membuka celana dalamnya sendiri, lalu berusaha mencari dan memegang Kontolku.
Sementara secara bibirku mengulum toketnya secara bergantian. Dan tanganku,
mengelus-elus mekinya hingga ke dalam dan daerah sekitar lubang pantatnya.
Sungguh sensasi yang amat hebat. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan. Lalu kontolku ku dekatkan ke bibir mekinya, kugesekkan kontolku di lubang mekinya.
Sungguh sensasi yang amat hebat. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan. Lalu kontolku ku dekatkan ke bibir mekinya, kugesekkan kontolku di lubang mekinya.
Sudah
seperti layaknya pasangan suami dan istri, kami seakan lupa dengan segalanya, Melinda
bahkan mengerang minta untuk segera memasukan kontolku ke lubang mekinya.
Karena meki Melinda sudah sangat basah sehingga dengan mudah kontolku masuk
sedikit demi sedikit ke lubang memeknya. Sebagai wanita yang baru pertama kali
berhubungan badan, Melinda merasakan sakit dan menjerit pelan.
Ketika
aku mulai memaju mundurkan kontolku walau hanya bagian kepalanya saja, tapi
sedikit demi sedikit kontolku bisa masuk dan akhirnya seluruh kontolku masuk ke
dalam mekinya. Setelah aku berhenti sejenak, lalu kumulai lagi gerakanku maju
mundur dan sempat kulihat ada cairan berwarna merah mudakeluar dari meki Melinda,
tanda keperawanannya telah kudapatkan.
Kami
berdua mengerang nikmat. Melinda
belajar sangat cepat dan mekinya terasa meremas-remas kontolku dengan lembut.
Sekitar 15 menit kami bersetubuh dengan gaya yang sama, karena kupikir nanti
saja mengajarkannya gaya yang lain. Kontolku rasanya sudah berdenyut-denyut
tanda tak lama lagi aku akan orgasme. Akupun lantas bertanya pada Melinda,
apakah dia juga sudah hampir mau orgasme. Melinda mengangguk pelan sambil
terrsenyum.
Aku
mengajaknya untuk orgasme bersama. Melinda pun semakin keras mengelinjang,
hingga akhinya aku memberi aba-aba. Beberapa saat kemudian aku rasakan air
maniku muncrat dengan derasnya didalam mekinya yang juga menegang karena
orgasme. Melinda memeluk erat tubuhku, dia lupa bahwa aku adalah majikannya dan
akupun melupakan bahwa Melinda adalah pembantuku, aku memeluk dan menciumnya
dengan mesra.
Dengan
muka sedikit malu, Melinda merebahkan diri disampingku di atas sofa tersebut.
Kuperhatikan wajahnya tidak ada penyesalan, tetapi yang telihat adalah
kepuasan. Aku katakan padanya bahwa permainannya sungguh hebat, dan mengajaknya
untuk mengulang kembali jika dia mau dan dia menjawab dengan anggukkan kecil
dan senyum.
Sejak
saat itu, kami sering bersetubuh jika istriku sedang tidak adadi rumah. Entah
itu di kamar tidurku, kamar tidurnya, kamar mandi, ruang tamu, ruang makan,
dapur, garasi, bahkan dalam mobil.
Melinda ikut bersama kami hingga bertahun-tahun, sampai suatu saat dia dijemput oleh orang tuanya untuk dinikahkan. Kami saling melepas dengan berat hati. Namun sekali waktu Melinda datang ke rumahku untuk khusus bertemu denganku, setelah sebelumnya menelponku untuk janjian.
Melinda ikut bersama kami hingga bertahun-tahun, sampai suatu saat dia dijemput oleh orang tuanya untuk dinikahkan. Kami saling melepas dengan berat hati. Namun sekali waktu Melinda datang ke rumahku untuk khusus bertemu denganku, setelah sebelumnya menelponku untuk janjian.
Dan
anak satu-satunya yang dimiliki Melinda menurutnya adalah anakku, karena
suaminya mandul. Tapi tidak ada yang pernah tahu kalau anak itu hasil hubungan
gelapku denganya, hubungan kami terus berlanjut hingga saat ini.

Post a Comment