Cerita Sex Nafsu Model Cantik Merry
![]() |
| Cerita Sex Nafsu Model Cantik Merry |
DominoQQ-Cerita Seks-Siang itu panas sekali ketika aku melangkah keluar dari kampus menuju ke mobilku di tempat parkir. Segera kupacu pulang mobilku, tapi sebelumnya mampir dulu beli es dawet di kios di pinggir jalan menuju arah rumahku.
Setelah
sampai rumah dan kumasukkan mobil ke garasi, segera kuganti baju dengan seragam
kebesaran, yaitu kaos kutang dengan celana kolor. Kucuci tangan dan muka,
kemudian kuhampiri meja makan dan mulai menyantap makan siang lalu ditutup
dengan minum es dawet yang kubeli tadi, uaaaah… enak sekali… jadi terasa segar
tubuh ini karena es itu.
Setelah
cuci piring, kemudian aku duduk di sofa, di ruang tengah sambil nonton MTV,
lama kelamaan bosan juga. Habis di rumah tidak ada siapa-siapa, adikku belum
pulang, orang tua juga masih nanti sore. Pembantu tidak punya. Akhirnya aku
melangkah masuk ke kamar dan kuhidupkan kipas angin, kuraih majalah hiburan
yang kemarin baru kubeli. Kubolak-balik halaman demi halaman, dan akhirnya aku
terhanyut.
Tiba-tiba
bel pintu berbunyi, aku segera beranjak ke depan untuk membuka pintu. Sesosok
makhluk cantik berambut panjang berdiri di sana. Sekilas kulihat wajahnya,
sepertinya aku pernah lihat dan begitu familiar sekali, tapi siapa ya..?
“Cari siapa Mbak..?” tanyaku membuka pembicaraan.
“Ehm… bener ini Jl. Garuda no.20, Mas..?” tanya cewek itu.
“Ya bener disini, tapi Mbak siapa ya..? dan mau ketemu dengan siapa..?” tanyaku lagi.
“Maaf Mas, kenalkan… nama saya Merry. Saya dapat alamat ini dari temen saya. Mas yang namanya Adi ya..?” sambil cewek itu mengulurkan tangan untuk bersalaman.
Segera kusambut, aduuuh… halus sekali tanganya.
“Eng… iya, emangnya temen Mbak siapa ya..? kok bisa tau alamat sini..?” tanyaku.
“Anu Mas, saya dapat alamat ini dari Bimo, yang katanya temennya Mas Adi waktu SMA dulu…” jelas cewek itu.
“Cari siapa Mbak..?” tanyaku membuka pembicaraan.
“Ehm… bener ini Jl. Garuda no.20, Mas..?” tanya cewek itu.
“Ya bener disini, tapi Mbak siapa ya..? dan mau ketemu dengan siapa..?” tanyaku lagi.
“Maaf Mas, kenalkan… nama saya Merry. Saya dapat alamat ini dari temen saya. Mas yang namanya Adi ya..?” sambil cewek itu mengulurkan tangan untuk bersalaman.
Segera kusambut, aduuuh… halus sekali tanganya.
“Eng… iya, emangnya temen Mbak siapa ya..? kok bisa tau alamat sini..?” tanyaku.
“Anu Mas, saya dapat alamat ini dari Bimo, yang katanya temennya Mas Adi waktu SMA dulu…” jelas cewek itu.
Sekilas
aku teringat kembali temanku, Bimo, yang dulu sering main kemana-mana sama aku.
“Oooh… jadi Mbak Merry ini temennya Bimo, ayo silahkan masuk… maaf tadi saya interogasi dulu.”
Setelah kami berdua duduk di ruang tamu baru aku tersadar, ternyata Merry ini memang dahsyat, benar-benar cantik dan seksi. Dia saat itu memakai mini skirt dan kaos ketat warna ungu yang membuat dadanya tampak membusung indah, ditambah wangi tubuhnya dan paha mulus serta betis indahnya yang putih bersih menantang duduk di hadapanku. Sekilas aku taksir payudaranya berukuran 34B.
“Oooh… jadi Mbak Merry ini temennya Bimo, ayo silahkan masuk… maaf tadi saya interogasi dulu.”
Setelah kami berdua duduk di ruang tamu baru aku tersadar, ternyata Merry ini memang dahsyat, benar-benar cantik dan seksi. Dia saat itu memakai mini skirt dan kaos ketat warna ungu yang membuat dadanya tampak membusung indah, ditambah wangi tubuhnya dan paha mulus serta betis indahnya yang putih bersih menantang duduk di hadapanku. Sekilas aku taksir payudaranya berukuran 34B.
Setelah
basa-basi sebentar, Merry menjelaskan maksud kedatangannya, yaitu ingin
tanya-tanya tentang jurusan Public Relation di fakultas Fisipol tempat aku
kuliah. Memang Merry ini adalah cewek pindahan dari kota lain yang ingin
meneruskan di tempat aku kuliah. Aku sendiri di jurusan advertising, tapi
temanku banyak yang di Public Relation (yang kebanyakan cewek-cewek cakep dan
sering jadi model buat mata kuliah fotografi yang aku ambil), jadi sedikit
banyak aku tahu.
Kami
pun cepat akrab dan hingga terasa tidak ada lagi batas di antara kami berdua,
aku pun sudah tidak duduk lagi di hadapannya tapi sudah pindah di sebelah Merry.
Sambil bercanda aku mencuri-curi pandang ke wajah cantiknya, paha mulusnya,
betis indahnya, dan tidak ketinggalan dadanya yang membusung indah yang
sesekali terlihat dari belahan kaos ketatnya yang berleher rendah. Terus terang
saja si kecil di balik celanaku mulai bangun menggeliat, ditambah wangi
tubuhnya yang membuat terangsang birahiku.
Aku
mengajak Merry untuk pindah ke ruang tengah sambil nonton TV untuk meneruskan
mengobrol. Merry pun tidak menolak dan mengikutiku masuk setelah aku mengunci
pintu depan. Sambil ngemil hidangan kecil dan minuman yang kubuat, kami
melanjutkan ngobrol-ngobrol. Sesekali Merry mencubit lengan atau pahaku sambil
ketawa-ketiwi ketika aku mulai melancarkan guyonan-guyonan. Tidak lama, adik
kecilku di balik celana tambah tegar berdiri. Aku kemudian usul ke Merry untuk
nonton VCD saja. Setelah Merry setuju, aku masukkan film koleksiku ke dalam
player. Filmnya tentang drama percintaan yang ada beberapa adegan-adegan
ranjang. Kami berdua pun asyik nonton hingga akhirnya sampai ke bagian adegan
ranjang, aku lirik Merry matanya tidak berkedip melihat adegan itu.
Kuberanikan
diri untuk merangkul bahu Merry, ternyata dia diam saja tidak berusaha
menghindar. Ketika adegan di TV mulai tampak semakin hot, Merry mulai gelisah,
sesekali kedua paha mulusnya digerak-gerakkan buka tutup. Wah, gila juga nih
cewek, seakan-akan dia mengundang aku untuk menggumulinya. Aku beranikan diri
untuk mengelus-elus lengannya, kemudian rambutnya yang hitam dan panjang. Merry
tampak menikmati, terbukti dia langsung ngelendot manja ke tubuhku. Kesempatan
itu tidak kusia-siakan, langsung kupeluk tubuh hangatnya dan kucium pipinya. Merry
tidak protes, malah tangannya sekarang diletakkan di pahaku, dan aku semakin
terangsang lalu kuraih dagunya. Kupandang mata bulat indahnya, sejenak kami
berpandangan dan entah siapa yang memulai tiba-tiba, kami sudah berpagutan mesra.
Kulumat bibir bawahnya yang tebal nan seksi itu dan Merry membalas, tangannya
yang satu memeluk leherku, sedang yang satunya yang tadinya di pahaku sekarang
sudah mengelus-elus yuniorku yang sudah super tegang di balik celanaku.
Lidah
kami saling bertautan dan kecupan-kecupan bibir kami menimbulkan bunyi cepak
cepok, yang membuat semakin hot suasana dan seakan tidak mau kalah dengan
adegan ranjang di TV. Tanganku pun tidak mau tinggal diam, segera kuelus paha
mulusnya, Merry pun memberi kesempatan dengan membuka pahanya lebar-lebar,
sehingga tanganku dengan leluasa mengobok-obok paha dalamnya sampai ke
selangkangan. Begitu bolak-balik kuelus dari paha lalu ke betis kemudian naik
lagi ke paha. Sambil terus melumat bibirnya, tanganku sudah mulai naik ke perutnya
kemudian menyusup terus ke dadanya. Kuremas dengan gemas payudaranya walau
masih tertutup kaos, Merry merintih lirih. Lalu tanganku kumasukkan ke dalam
kaosnya dan mulai meraba-raba mencari BH-nya. Setelah ketemu lalu aku meraih ke
dalam BH dan mulai meremas-remas kembali buah dadanya, kusentuh-sentuh
putingnya dan Merry mendesah. Seiring dengan itu, tangan Merry juga mengocok
yuniorku yang masih tertutup celana dalam, dan mulai dengan ganas menyusup ke
dalam celana dalam meraih yuniorku dan kembali mengocok dan mengelus.
Aku
yang sudah mulai terbakar birahi, kemudian melepaskan kaos Merry dan BH-nya
hingga sekarang nampak jelas payudaranya yang berukuran 34B semakin mengembang
karena rangsangan birahi.
Langsung aku caplok buah dadanya dengan mulutku, kujilat-jilat putingnya dan Merry mendesis-desis keenakan, “Sssh… aaauuh… Mass Adiii… ehhh… ssshhh…” sambil tangannya mendekap kepalaku, meremas-remas rambutku dan membenamkannya ke payudaranya lebih dalam.
Kutarik kepalaku dan kubisikkan ke telinga Merry, “Merry sayang, kita pindah ke kamarku aja yuuk..! Aman kok nggak ada siapa-siapa di rumah ini selain kita berdua…”
Merry mengangguk, lalu segera kupeluk dan kugendong dia menuju ke kamar. Posisi gendongnya yaitu kaki Merry memeluk pinggangku, tangannya memeluk leherku dan payudaranya menekan keras di dadaku, sedangkan tanganku memegang pantatnya sehingga yuniorku sekarang sudah menempel di selangkangannya.
Langsung aku caplok buah dadanya dengan mulutku, kujilat-jilat putingnya dan Merry mendesis-desis keenakan, “Sssh… aaauuh… Mass Adiii… ehhh… ssshhh…” sambil tangannya mendekap kepalaku, meremas-remas rambutku dan membenamkannya ke payudaranya lebih dalam.
Kutarik kepalaku dan kubisikkan ke telinga Merry, “Merry sayang, kita pindah ke kamarku aja yuuk..! Aman kok nggak ada siapa-siapa di rumah ini selain kita berdua…”
Merry mengangguk, lalu segera kupeluk dan kugendong dia menuju ke kamar. Posisi gendongnya yaitu kaki Merry memeluk pinggangku, tangannya memeluk leherku dan payudaranya menekan keras di dadaku, sedangkan tanganku memegang pantatnya sehingga yuniorku sekarang sudah menempel di selangkangannya.
Sepanjang
perjalanan menuju kamar, kami terus saling berciuman. Sesampainya di kamar,
kurebahkan tubuhnya di tempat tidur, Merry tidak mau melepaskan pelukan kakinya
di pinggangku malahan sekarang mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya.
“Sayang… sabar dong.., lepas dulu dong rok sama celana kamu…” kataku.
“Oke Mas… tapi Mas juga harus lepas baju sama celana Mas, biar adil..!” rajuk Merry.
Setelah kulepas baju dan celanaku hingga telanjang bulat dan yuniorku sudah mengacung keras tegak ke atas, Merry yang juga sudah telanjang bulat kembali merebahkan diri sambil mengangkangkan pahanya lebar-lebar, hingga kelihatan bibir vaginanya yang merah jambu itu.
“Sayang… sabar dong.., lepas dulu dong rok sama celana kamu…” kataku.
“Oke Mas… tapi Mas juga harus lepas baju sama celana Mas, biar adil..!” rajuk Merry.
Setelah kulepas baju dan celanaku hingga telanjang bulat dan yuniorku sudah mengacung keras tegak ke atas, Merry yang juga sudah telanjang bulat kembali merebahkan diri sambil mengangkangkan pahanya lebar-lebar, hingga kelihatan bibir vaginanya yang merah jambu itu.
Aku
pun segera menindihnya, tapi tidak buru-buru memasukkan yuniorku ke vaginanya,
kembali aku kecup bibirnya dan kucaplok dan jilat-jilat payudara serta
putingnya. Jilatanku turun ke perut terus ke paha mulusnya kemudian ke betis
indahnya naik lagi ke paha dalamnya hingga sampai ke selangkangannya.
“Auuww… Mas Adiiii… ehhmm… shhh… enaaaakkk Masss…” ceracau Merry sambil kepalanya menggeleng-geleng tidak karuan dan tangannya mencengkeram sprei ketika aku mulai menjilati bibir vaginanya, terus ke dalam memeknya dan di klitorisnya.
Dengan penuh nafsu, terus kujilati hingga akhirnya tubuh Merry menegang, pahanya mengempit kepalaku, tangannya menjambak rambutku dan Merry berteriak tertahan. Ternyata dia telah mencapai orgasme pertamanya, dan terus kujilati cairan yang keluar dari lubang kenikmatannya sampai habis.
“Auuww… Mas Adiiii… ehhmm… shhh… enaaaakkk Masss…” ceracau Merry sambil kepalanya menggeleng-geleng tidak karuan dan tangannya mencengkeram sprei ketika aku mulai menjilati bibir vaginanya, terus ke dalam memeknya dan di klitorisnya.
Dengan penuh nafsu, terus kujilati hingga akhirnya tubuh Merry menegang, pahanya mengempit kepalaku, tangannya menjambak rambutku dan Merry berteriak tertahan. Ternyata dia telah mencapai orgasme pertamanya, dan terus kujilati cairan yang keluar dari lubang kenikmatannya sampai habis.
Aku
bangun dan melihat Merry yang masih tampak terengah-engah dan memejamkan mata
menghayati orgasmenya barusan. Kukecup bibirnya, dan Merry membalas, lalu aku
menarik tangannya untuk mengocok penisku. Aku rebahkan tubuhku dan Merry pun
mengerti kemauanku, lalu dia bangkit menuju ke selangkanganku dan mulai
mengemut penisku.
“Oooh… Rik… kamu pinter banget sih Rik…” aku memuji permainannya.
Kira-kira setengah jam Merry mengemut penisku. Mulutnya dan lidahnya seakan-akan memijat-mijat batang penisku, bibirnya yang seksi kelihatan semakin seksi melumati batang dan kepala penisku. Dihisapnya kuat-kuat ketika Merry menarik kepalanya sepanjang batang penis menuju kepala penisku membuatku semakin merem-melek keenakan.
“Oooh… Rik… kamu pinter banget sih Rik…” aku memuji permainannya.
Kira-kira setengah jam Merry mengemut penisku. Mulutnya dan lidahnya seakan-akan memijat-mijat batang penisku, bibirnya yang seksi kelihatan semakin seksi melumati batang dan kepala penisku. Dihisapnya kuat-kuat ketika Merry menarik kepalanya sepanjang batang penis menuju kepala penisku membuatku semakin merem-melek keenakan.
Setelah
bosan, aku kemudian menarik tubuh Merry dan merebahkannya kembali ke tempat
tidur, lalu kuambil posisi untuk menindihnya. Merry membuka lebar-lebar
selangkangannya, kugesek-gesekkan dulu penisku di bibir vaginanya, lalu segera
kumasukkan penisku ke dalam lubang senggamanya.
“Aduuh Mas… sakiiit… pelan-pelan aja doong… ahhh…” aku pun memperlambat masuknya penisku, sambil terus sedikit-sedikit mendorongnya masuk diimbangi dengan gerakan pinggul Merry. Berawal Pertemuan Di Kereta Api
Terlihat sudut mata Merry basah oleh air matanya akibat menahan sakit. Sampai akhirnya, “Bleeesss…” masuklah semua batang penisku ke dalam liang senggama Merry.
“Merry sayang, punya kamu sempit banget sih..? Tapi enak lho..!” Merry cuma tersenyum manja.
“Mas juga, punya Mas besar gitu maunya cari yang sempit-sempit, sakit kaan..!” rajuk Merry.
“Aduuh Mas… sakiiit… pelan-pelan aja doong… ahhh…” aku pun memperlambat masuknya penisku, sambil terus sedikit-sedikit mendorongnya masuk diimbangi dengan gerakan pinggul Merry. Berawal Pertemuan Di Kereta Api
Terlihat sudut mata Merry basah oleh air matanya akibat menahan sakit. Sampai akhirnya, “Bleeesss…” masuklah semua batang penisku ke dalam liang senggama Merry.
“Merry sayang, punya kamu sempit banget sih..? Tapi enak lho..!” Merry cuma tersenyum manja.
“Mas juga, punya Mas besar gitu maunya cari yang sempit-sempit, sakit kaan..!” rajuk Merry.
Aku
ketawa dan mengecup bibirnya sambil mengusap air matanya di sudut mata Merry
sambil merasakan enaknya himpitan kemaluan Merry yang sempit ini. Setelah
beberapa saat, aku mulai menggerakkan penisku maju mundur dengan pelan-pelan.
“Aaah… uuuhhh… oooww… shhh… ehhmmm…” desah Merry sambil tangannya memeluk erat bahuku.
“Masih sakit Sayaaang..?” tanyaku.
“Nggak Mas… sedikiiitt… auuoohhh… shhh… enn.. ennnaakk.. Mas… aahh…” jawab Merry.
Mendengar itu, aku pun mempercepat gerakanku, Merry mengimbangi dengan goyangan pinggulnya yang dahsyat memutar ke kiri dan ke kanan, depan belakang, atas bawah. Aku hanya bisa merem melek sambil terus memompa, merasakan enaknya goyangan Merry. Tidak lama setelah itu, kurasakan denyutan teratur di dinding vagina Merry, kupercepat goyanganku dan kubenamkan dalam-dalam penisku.
“Aaah… uuuhhh… oooww… shhh… ehhmmm…” desah Merry sambil tangannya memeluk erat bahuku.
“Masih sakit Sayaaang..?” tanyaku.
“Nggak Mas… sedikiiitt… auuoohhh… shhh… enn.. ennnaakk.. Mas… aahh…” jawab Merry.
Mendengar itu, aku pun mempercepat gerakanku, Merry mengimbangi dengan goyangan pinggulnya yang dahsyat memutar ke kiri dan ke kanan, depan belakang, atas bawah. Aku hanya bisa merem melek sambil terus memompa, merasakan enaknya goyangan Merry. Tidak lama setelah itu, kurasakan denyutan teratur di dinding vagina Merry, kupercepat goyanganku dan kubenamkan dalam-dalam penisku.
Tanganku
terus meremas-remas payudaranya. Dan tubuh Merry kembali menegang, “Aaah… Masss
Adiiii… teruuus Maass… jangan berentiii… oooh… Maasss… aaahhh… akuuuu mauuu
keluaaar… aaawww…”
Dan, “Cret… cret… crettt…” kurasakan cairan hangat menyemprot dari dalam liang senggama Merry membasahi penisku.
Kaki Merry pun memeluk pinggangku dan menarik pinggulku supaya lebih dalam masuknya penisku ke dalam lubang kenikmatannya. Ketika denyutan-denyutan di dinding vagina Merry masih terasa dan tubuh Merry menghentak-hentak, aku merasa aku juga sudah mau keluar.
Kupercepat gerakanku dan, “Aaah… Merryaa… aku masuk keluar Sayaaang…” belum sempat aku menarik penisku karena kaki Merry masih memeluk erat pinggangku, dan, “Crooot… crooot… crooott…” aku keluar di dalam kemaluan Merry.
“Aduuhhh enakkknyaaa…”
Dan aku pun lemas menindih tubuh Merry yang masih terus memelukku dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.
Dan, “Cret… cret… crettt…” kurasakan cairan hangat menyemprot dari dalam liang senggama Merry membasahi penisku.
Kaki Merry pun memeluk pinggangku dan menarik pinggulku supaya lebih dalam masuknya penisku ke dalam lubang kenikmatannya. Ketika denyutan-denyutan di dinding vagina Merry masih terasa dan tubuh Merry menghentak-hentak, aku merasa aku juga sudah mau keluar.
Kupercepat gerakanku dan, “Aaah… Merryaa… aku masuk keluar Sayaaang…” belum sempat aku menarik penisku karena kaki Merry masih memeluk erat pinggangku, dan, “Crooot… crooot… crooott…” aku keluar di dalam kemaluan Merry.
“Aduuhhh enakkknyaaa…”
Dan aku pun lemas menindih tubuh Merry yang masih terus memelukku dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.
Aku
pun bangkit, sedangkan penisku masih di dalam liang senggama Merry dan kukecup
lagi bibirnya.
Tiba-tiba, “Greeekkk…” aku dikejutkan oleh suara pintu garasi yang dibuka dan suara motor adikku yang baru pulang.
Tiba-tiba, “Greeekkk…” aku dikejutkan oleh suara pintu garasi yang dibuka dan suara motor adikku yang baru pulang.
Aku
pun cepat-cepat bangun dan tersadar. Kulihat sekeliling tempat tidurku, lho…
kok… Merry hilang, kemana tuh cewek..? Kuraba penisku, lho kok aku masih pake
celana dan basah lagi. Kucium baunya, bau khas air mani. Kulihat di pinggir
tempat tidur masih terbuka majalah hiburan khusus pria yang kubaca tadi. Di
halaman 68, di rubrik wajah, kulihat wajah seorang cewek cantik yang tidak
asing lagi yang baru saja kutiduri barusan, yaitu wajah Merry yang menggunakan
swimsuit di pinggir kolam renang.
Yaaa
ampuun… baru aku sadar, pengalaman yang mengenakkan tadi bersama Merry itu
ternyata cuma mimpi toh. Dan Merry yang kutiduri dalam mimpiku barusan adalah
cover girl cantik dan seksi majalah yang kubaca sebelum aku tertidur tadi, yang
di majalah dia mengenakan swimsuit merah. Aku pun segera beranjak ke kamar
mandi membersihkan diri. Di dalam kamar mandi aku ketawa sendiri dalam hati
mengingat-ingat mimpi enak barusan. Gara-gara menghayal yang tidak-tidak, jadinya
mimpi basah deeh.

Halo Bosku ^^
ReplyDeleteSegera Daftarkan ID di www. SmsQQ .com
Ada 4 Permainan Dalam 1 ID
Bandar Q,Poker,Domino QQ,Bandar Poker
www. SmsQQ .com Juga Menyediakan Promo Menarik
Bonus Turn Over Terbesar
Bonus Refferal Seumur Hidup
Minimal deposit 10rb
BBM :2AD05265
WA:+855968010699
Skype:smsqqcom@gmail.com
Ditunggu Kehadirannya Bosku di www,SmsQQ,com
CROWNQQ I AGEN BANDARQ I BANDARQ ONLINE I ADUQ ONLINE I DOMINOQQ TERBAIK
ReplyDeleteMau menang banyak dengan modal sedikit..
Ayo gabung di Agen Domino Crownqq
=>Bonus Refferal 20%
=>Bonus Turn Over 0,5%
=>Min Deposit Rp20.000
=>1 User ID 8 Games
Situs yang bisa memberikan kemenangan Agen BandarQ
raih kemenangan anda segera di ratudunia.net...
WHATSAPP : +855967646513
PIN BB : 2B382398