Cerita Menikmatin Keperawan Gadis Cantik
Cerita Menikmatin Keperawan Gadis Cantik
![]() |
| Cerita Menikmatin Keperawan Gadis Cantik |
DominoQQ-Cerita Sex-Berdasarkan Pengalaman ku sendiri perkenalkan Nama terkenalku adalah HerryKwan. Panggil saja aku Herry apa Yan. Tentu saja wanita lebih memilih memanggilku Yang yang berarti sayang.
Jelas saja mereka menyayangiku karena aku mempunyai kontol yang besar dan panjang. Tidak ada wanita yang telah merasakan kontolku yang tidak ketagihan dan minta tambah.
Pada usia 26 aku telah
menjadi ahli sex. Sudah banyak wanita dan gadis yang kunikmati tubuhnya dan
kuajarkan sex. Dari yg masih muda, tua, perawan, gadis, janda bahkan
istri orang juga telah termakan oleh rayuanku.
Gemuk kurus tinggi
pendek postur tubuhnya Sempit longgar memeknya gede kecil buah dadanya semua
pernah kurasakan. Aku kenal berbagai wanita dari jaringan internet bahkan dari
kenalan langsung diberbagai mall.
Sudah berapa hari ini
belum kudapatkan wanita yang bisa kurayu,
Dengan iseng aku pergi
ke Galaxy Mall berharap bisa ketemu dengan wanita yang bisa merasakan kontolku.
Jam 10 pagi, kukelingi satu persatu lantai mencari sasaranku. Dari lantai satu
sampai lantai lima.
Banyak sekali yang
ingin kusetubuhi. Berpapasan dengan wanita yang lewat tidak lupa kutebarkan
senyumanku yang manis berharap mereka membalas senyumanku. Itu yang kulakukan
kepada setiap wanita. Sudah jam 12 siang.
Perutku sudah
berbunyi. Waktunya makan siang pikirku. Sambil makan kulihat sekeliling dan
mataku berhenti setelah melihat wanita diujung pojok. Wanita itu juga sedang
melihatku dan ternyata sedang sendiri juga. Inilah wanita yang kucari buat
menemaniku hari ini, pikirku. Wanita bergaun hitam, sangat sexy dan cantik.
Cerita Sex Menikmatin
Keperawan Wanita – Kulihat umurnya sekitar 20. Pahanya yang putih mulus membuatku
menelan ludah beberapa kali. Kuhabiskan makananku dengan cepat dan sambil
memegang minumanku, kusamperin kemejanya.
“Hi” sapaku sambil menebarkan
senyumanku yang manis tentu saja.
“Hi juga” balasnya
sambil tersenyum juga. Wah rejeki nomplok nih, pikirku.
“Sendirian mbak?”
“Tadinya sendirian,
tapi ga lama lagi juga berdua” katanya. Kaget dengan jawabannya.
“Berdua sama siapa
mbak? Temannya?” Tanyaku.
“Berdua sama kamu dong
mas, bukankah mas mau duduk bersamaku?” Lega juga dengan jawabannya, lalu
kutarik bangku dan duduk disebelahnya.
“Kenalan, nama saya HerryKwan,
mbak boleh panggil saya Herry atau Yan, boleh juga panggil saya Yang kalau sayang
sama saya, jangan panggil saya Mas ya, saya bukan Emas” kataku sambil
mengulurkan tanganku untuk menjabat tangannya.
Tanganku disambut
sambil menjabat tanganku
“Reni Zhang, panggil
saja Reni, jangan panggil Mbak, saya belum menikah”
“Reni, Reni, Reni,
kamu belum menikah tetapi saya bersedia Reni ama kamu” ujarku mulai bercanda.
“Ah kamu Yan, bisa aja
bercandanya, kamu sendiri sama siapa kesini?”
“Tadinya sih sendiri
Mer, tapi sekarang sudah sama kamu.” Kupandang lagi wajahnya yang cantik,
manis, suaranya lembut sekali.
Ah otakku mulai
mencari akal untuk menidurinya.
“Mer, hari ini ada
acara apa?” “Ga ada Yan, lagi suntuk nih”
“Gimana kalau kita
happy happy hari ini Mer?”
“Happy dimana Yan?”
“Kita ke karaoke yok, nyanyi biar ga suntuk?”
“Berdua?” “Lah iya
lah, masa sekampung”
“Ya, Oke lah kalau
begitu, ayo” kemudian kami turun dan menuju ke mobil saya.
Kubukakan pintu mobil
untuknya masuk. Sempat kulihat celana dalamnya yang berwarna putih sewaktu dia
masuk ke mobil. Dalam perjalanan ke karaoke otakku berpikir kencang. Nih cewek
harus kudapatkan nih buat malam ini. Apapun caranya.
Kemudian tanganku
memegang tanggannya dan disambut olehnya sambil berkata “kenapa Yan, pegang
tangan saya, kamu naksir ya ama aku?” “Jelas sekali Mer, sudah jelas saya
naksir kamu, makanya saya ajak kamu ke karaoke”
“Tapi saya sudah punya
pacar lho Yan” “Nah lho, terus kok mau saya ajak ke karaoke?” “Terus terang aja
Yan, aku juga naksir kamu, kamu ganteng, cakep, berbeda dengan pacarku, jelek
hitam.
Lagipula”. Kata
katanya berhenti disitu. Membuatku penasaran. “Lagipula apa Mer, jangan malu
malu, katakanlah semuanya kepadaku” tanganku sudah menyambar ke pahanya yang
putih.
Kontolku sudah mulai
ngaceng. Dengan muka bersipu malu dia berkata “Lagipula, aku masih perawan Yan, pacarku tidak pernah
menyentuhku.
Dia terlalu sopan.
Malah aku yang mengajaknya. Tetapi pacarku tidak pernah bisa membuka perawanku.
Kontolnya terlalu lembek dan pendek.
Tidak pernah bisa
masuk ke memekku yang sempit. Aku sudah berumur 20 dan masih perawan.” Mendengar
katanya dalam hatiku berpikir “ini dia” dapat durien runtuh dari pohonnya
langsung nih.
Sambil tersenyum manis
kupandang wajahnya. “Lho itu bukannya baik Mer, mempunyai pacar yang sopan,
perawan kamu bisa kamu jaga sampai pada malam pertama kamu, malam pernikahan
kamu”
“Kamu ga ngerti ya
Yan, aku ini wanita, aku ingin menjadi wanita yang utuh, aku ingin merasakan
kontol didalam memekku, aku tidak ingin menjadi perawan seumur hidupku”
Nah ini dia
kesempatanku. “Bagaimana kalau saya bantu kamu Mer, saya akan membantumu untuk
merasakan menjadi wanita sejati.
Tetapi untuk
membantumu kita jangan dikaraoke, kita ke hotel aja gimana?” Tanganku mulai
naik ke atas memasuki gaun hitamnya sampai ke pangkal pahanya. Sambil
memandangku dan memandangku dengan mesra.
“Terserah kamu deh
Yan” Mendengar jawabannya. Aku langsung memutar balik mobilku dengan cepat.
Terdengar klaksok mobil dari belakang. Sorry. Kuluncurkan mobilku cepat ke
hotel terdekat.
Langsung cek in. Dan
kugandeng tangannya masuk ke dalam kamar. Tidak lupa kutinggalkan tanda Do Not
Disturb didepan pintu kamar. Kugendong dia sampai ke ranjang kemudian
kubaringkan dia.
Langsung saja kupeluk
dia dan kucium bibirnya yang merah merekah.
Dia juga membalas
pelukanku dan menciumku dengan ganas. Lidah kami saling bermain. Bibir kami
saling melumat. Nafsu kami bertambah tinggi. Tanganku mampir ke dadanya.
Kuremas pelan dadanya yang masih terbalut oleh gaun hitamnya.
Terus turun sampai ke
pahanya. Kemudian memasuki gaunnya sampai ke celana dalamnya. Kuelus elus
celana dalamnya yang mulai basah. Kutarik gaunnya keatas dan kubuka celana
dalamnya yang putih.
Terpana mataku
melihatnya. Terlihat bulu bulu halus tipis dan belahan vaginanya yang mulus bersih.
Rapat sekali. Bener bener perawan nih cewek.
Tanganku langsung
mengelus elus vaginanya dan terdengar desahannya. “Ahhhh… Yan…. Ahhhhh sayang….
Ahhh buka saja pakaianku…. Ahhhh iyaa sentuh disanaa… Elus disana…” Tidak usah
dia berkata dua kali, langsung kubuka gaunnya, bhnya yang berwarna putih
menutupi buah dadanya dengan rapi.
Buset besar sekali.
36b. Putih montok. Kubuka pengait bhnya dan muncul buah dadadan puting susunya yang berwarna pink.
Tanganku langsung
meremas buah dadanya, kiri dan kanan. Serta kumainkan puting susunya.
Desahannya bertambah kencang. “Ahhhhh Yang, kamu pinter sekali…
AhhHh cium dadaku
sayang, hisap puting susuku” “tentu saja sayang, nenenmu besar sekali. Aku
suka” “kalau suka, hisap aja sayang” langsung kucium dadanya, kuhisap puting
susunya. Kugigit pelan puting susunya.
Jeritan dan desahannya
bertambah kencang. Ciumanku turun ke vaginanya. Kujilat memeknya. Harum sekali
memeknya. “Ah Yang, sayang… EnakKkkk…. Ahhhh “Kubuka pintu memeknya dan lidahku
sudah menjilati memeknya.
Jari Tanganku
kumasukkan kedalam memeknya. Dan pantatnya ikut naik keatas sewaktu jariku
masuk sekitar 2cm. Kudorong masuk lebih dalam lagi dan terhenti sewaktu ada
lapisan yang menghentikan tanganku untuk masuk lebih dalam.
Anjrit, nih cewek
memang perawan. Beruntungnya diriku hari ini. Ini perawan ke sepuluh yang
kudapatkan untuk tahun ini. Lalu kubuka kaos dan celanaku. Aku memang tidak
memakai celana dalam hari ini.
Matanya Reni
memandangku dengan sayu sewaktu kumelepaskan seluruh pakaianku. Ketika melihat
penisku yang telah berdiri dan tegak. Kulihat dia menegak air liurnya berapa
kali.
Tangannya langsung
menjulur memegang kontolku yang besar dan panjang. Ada 20cm. Sambil tersenyum
melihatnya memagang kontolku.
“Ayo pegang saja
kontolku, remes, kocok, terus masukin ke mulutmu dijilat jilat dikulum ya Mer”
Seperti sudah mengerti, Reni
langsung menjilat
kepala kontolku terus kebatang terus ke biji pelerku. Kembali ke kepala
kontolku dan langsung dimasukin ke mulutnya. Dihisap seperti menghisap permen.
Dijilat seperti menjilat es krim.
Pinter juga untuk
pemula. “Akhhhh, Mer, ahhhK sayang, kamu pinter banget…. Ukkkkkhhhh” Desahanku
tambah kencang. Kuelus kepalanya dan rambutnya yang sedang menghisap kontolku.
Naik turun kepalanya. Sekitar 15 menit dia menghisap kontolku. Gawat bisa
keluar nih aku. Langsung kuangkat kepalanya, dan kuarahkan penisku ke memeknya.
Matanya memandangku
dan sambil membuka lebar pahanya dia tersenyum padaku. “Jadikan aku wanita hari
ini Yan, masukan kontol besarmu kedalam memekku yang sempit, ambillah
perawanku” Kudorong kontolku memasuki lobang memeknya. Anjrit.
Sudah berapa kali
kucoba memasuki lobang memeknya, tetapi saking besarnya kontolku dan lobang
memeknya yang masih ori belum bisa kumasuki.
Akhirnya kuludahi
tanganku dengan air ludahku kuolesi kontolku. Kemudian kucoba memasuki lobang
perawannya. Hek blessss, masuk kepala penisku. Berhasil. Reni mengigit
bibirnya.
Sambil kuremas buah
dadanya, kudorong masuk lagi. Sekarang batang kontolku sudah berhasil masuk.
“Akhhhh sakit Yang, akhhh sakittt, jangan Yang, jangan Yang sakit”
Kudorong masuk lagi,
dengan hentakan yang kencang masuk seluruh kontolku dan berhasil. Kontolku
melaju dengan kencang, dan membelah memeknya yang masih perawan.
Kulihat Reni menjerit
dengan kencang. “Ryan…. Akhhh… Sakittt…. Sayang…” Kubiarkan kontolku tertanam
didalam vaginanya.
Untuk semenit
kubiarkan didalam saja. Menanti rasa sakitnya berkurang, kemudian baru kugerakkan
kontolku keluar masuk memeknya. Reni mulai keenakan kenikamatan. Terdengar dari
desahan dan tangannya yang mulai menarik narik seprei ranjang.
Kepalanya goyang kiri
kanan. “Ahhhhkkkk sayang, enak…. Akkkkhhhh sayang…. Akhhhhh Ryan….ohhhhhh
Yan….aku maaauuuu keluarrrrrr…” Dan ternyata Reni telah mencapai puncak
orgasmenya.
Dia memelukku dengan
kencang. Jari jarinya mencakar punggungku. Kurasakan semburan air kencang yang
membasahi lobang memeknya. Memeknya sudah menjadi tambah basah. Memudahkan kontolku
keluar masuk. Kuraih badaNnya untuk diatasku.
Dalam posisi ini
kontolku bisa masuk lebih dalam ke memeknya. Seperti mengerti maksudku. Reni
mulai mengoyangkan pinggulnya naik turun diatasku. Pertama pelan kemudian
tambah cepat goyangan pantatnya.
“Ahhh… Mer enak
sekali… Memekmu… Jepitan memekmu enak … Ohhh sempit sekali memekmu… Ahkkk”
hampir satu jam kami berhubungan sex.
Berbagai posisi kami
lakukan. Favoritku adalah posisi doggy, nungging. Diposisi ini, kontolku bisa
masuk semua kedalam vaginanya. Reni orgasme sampai 5 kali. Sedangkan aku keluar
satu kali didalam vaginanya. Kemudian kami sambil berpelukan mesra tukaran
nomor hp.
Sejak saat itu, kami
sering bersex ria. Terkadang berdua, terkadang bertiga dengan temannya ataupun
dengan wanita lainnya yang kudapat di mall. Reni tidak pernah keberatan asalkan
nafsu birahinya bisa disalurkan melalui kontolku yang besar katanya

Post a Comment