Home
>
Angka Jitu
>
Angka Togel
>
Prediksi Togel
>
Togel Hongkong
>
Togel Online
>
Cerita Dewasa Perawanku Direbut Oleh Lelaki Lain
Cerita Dewasa Perawanku Direbut Oleh Lelaki Lain
Cerita Dewasa Perawanku Direbut Oleh Lelaki Lain
DominoQQ-Cerita Dewasa-Saat itu waktu menunjukan pukul jam 1 siang dimana kita berdua sampai di perumahan kakak saya Hendri, cowok tersebut diam diam mendekati aku, badannya yang kekar dan ganteng itu, aku sungguh berbunga bunga walaupun umurnya terpaut jauh dariku, setalah sampai di rumahnya aku dibukakan gerbang dan menyuruh untuk masuk kedalam rumahnya.
Langsung dia salami aku dengan berpelukan dan cium pipi kanan kiri saat itu aku sangat terkejut melihat ulahnya .
| Cerita Dewasa Perawanku Direbut Oleh Lelaki Lain |
DominoQQ-Cerita Dewasa-Saat itu waktu menunjukan pukul jam 1 siang dimana kita berdua sampai di perumahan kakak saya Hendri, cowok tersebut diam diam mendekati aku, badannya yang kekar dan ganteng itu, aku sungguh berbunga bunga walaupun umurnya terpaut jauh dariku, setalah sampai di rumahnya aku dibukakan gerbang dan menyuruh untuk masuk kedalam rumahnya.
Langsung dia salami aku dengan berpelukan dan cium pipi kanan kiri saat itu aku sangat terkejut melihat ulahnya .
“ehh
mas kok langsung gitu sih kataku sambil nada agak kasar” dengan segera dia bisa
mengendalikanku meraih tanganku dan ditariknya masuk ke dalam rumahnya, setelah
masuk kedalam suasana agak remang remang karena korden dirmuahnya tertutup,
wajahku masih cemberut dengan ulah kakak Hendri
tersebut.
Sambil
tetap tersenyum dia berkata “Nes, itu tadi berarti aku sayaang sama kamu, apa
nggak boleh aku ngasih sun sayang?” rayunya.
“Mas
gitu sih”,aku tetap merajuk kepadanya, aku menarik lepas tanganku dari
genggamannya dan berjalan menuju ke sofa ruang tamu. Saat itu aku mengenakan
celana ketat dari kain yang cukup tipis berwarna putih sehingga bentuk bokongku
yang bulat padat begitu kentara,
Dan
bahkan saking ketatnya CDku sampai kelihatan sekali berbentuk segitiga. Atasannya
aku mengenakan baju kaos putih ketat dan polos sehingga bentuk toketku yang
membulat terlihat jelas, kaosku yang cukup tipis membuat braku yang berwarna
putih terpampang jelas sekali.
Aku
menghempaskan pantatku di sofa, dia menyusulku segera dan duduk rapat di
sampingku, “Ines sayang” rayunya.
“Aku
boleh kan cium bibir kamu, say” Aku semakin merajuk.
“Ines
sayang, terus terang, hari ini aku kepingin bersama kamu, aku ingin memberikan
rasa kasih sayang ke kamu, asal kamu mau memberikan apa yang aku inginkan, mau
kan sayang?” rayunya lebih lanjut.
Aku
membelalak kaget ke arahnya, “Maasss” Hanya kata itu yang kuucapkan,
selanjutnya aku hanya memandangnya lama tanpa sepatah katapun.
Dia
mengambil inisiatif dengan menggenggam erat dan mesra kedua belah tanganku.
“Ines sayang, percayalah apapun yang kukatakan, itu bentuk rasa cinta dan kasih
sayang aku sama kamu say,
percayalah. Aku menginginkan bukti cintamu sekarang”,
percayalah. Aku menginginkan bukti cintamu sekarang”,
Selesai
berkata begitu dia mendekatkan mukanya ke wajahku, dengan cepat dia mengecup bibirku
dengan lembut. Hidung kami bersentuhan lembut, aku kaget sehingga sama sekali
tak memberontak. Dia mengulum bibir bawahku, disedot sedikit.
Lima
detik kemudian, dia melepaskan kecupan bibirnya dari bibirku. Aku saat kukecup
tadi memejamkan mata,
“Bagaimana
sayang, kau bersediakah?”, rayunya lebih lanjut. Dia berusaha mengecup bibirku
lagi, namun dengan cepat aku melepaskan tangan kananku dari remasannya, dadanya
kutahan dengan lembut.
“Mass”
bisikku lirih. “Ines sayang, percayalah sama aku”, rayunya lagi. “Tapi mass,
Ines takut Mas”, jawabku.
“Takut
apa sayang, katakanlah”, bisiknya kembali sambil meraih tanganku.
“Anu,
Ines takut Mas nanti meninggalkan Ines”, bisikku.
Dia
menggenggam kuat kedua tanganku lalu secepat kilat dia mengecup bibirku.
“Ines
sayangku, aku terus terang tidak bisa menjanjikan apa-apa sama kamu tapi
percayalah aku akan membuktikannya kepadamu,
aku
akan selalu sayang sama kamu”, bujuknya untuk lebih meyakinkanku.
“Tapi
Mas” bisikku masih ragu. “Ines, percayalah, apa aku perlu bersumpah sayang,
kita memang masih baru beberapa hari kenal sayang tapi percayalah yakinlah
sayang kalau Tuhan menghendaki kita pasti selalu bersama sayang”, rayunya lagi.
“Lalu
kalau Ines sampai hhaamil gimana mass?” ujarku sembari menatapnya.”Aah, jangan
khawatir sayang, aku akan bertanggung jawab semuanya kalau kamu sampai hamil,
yah aku pasti mengawini kamu secepatnya, bagaimana sayang?” bisiknya.
Tangannya
bergerak semakin berani, yang tadinya hanya meremas Hendritangan kini mulai
meraba ke atas menelusuri dari pergelangan tangan terus ke lengan sampai ke
bahu lalu diremasnya dengan lembut. Dia memandangi toketku dari balik baju
kaosku yang ketat,
“Mas
harus janji dulu sebelum…” aku tak melanjutkan ucapanku.
“Sebelum
apa sayang, katakanlah”,bisiknya tak sabar.
Kini Hendritangan kanannya mulai semakin nekat menggerayangi pinggulku, ketika jemarinya merayap ke belakang diusapnya belahan pantatku lalu diremasnya dengan gemas.
Kini Hendritangan kanannya mulai semakin nekat menggerayangi pinggulku, ketika jemarinya merayap ke belakang diusapnya belahan pantatku lalu diremasnya dengan gemas.
“aahh…
Mas”, aku merintih pelan. “Mas aah mmas.. Ines rela menyerahkan semuanya asal
Mas mau bertanggung jawab nantinya”, aku berbisik semakin lemah, saat itu Hendritangan
kanannya bergerak semakin menggila, menelusup ke pangkal pahaku, dan mulai
mengelus gundukan bukit memekku.
Diusapnya
perlahan dari balik celanaku yang amat ketat, dua detik kemudian dia memaksa
masuk Hendritangannya di selangkanganku dan bukit memekku itu telah berada
dalam genggaman tangannya. Aku menggelinjang kecil, saat Hendritangannya mulai
meremas perlahan.
Dia
mendekatkan mulutnya kembali ke bibirku hendak mencium, namun aku menahan
dadanya dengan tangan kananku, “eeehh Mas.. berjanjilah dulu Mas”, bisikku di antara desahan nafasnya yang mulai sedikit memburu.
dadanya dengan tangan kananku, “eeehh Mas.. berjanjilah dulu Mas”, bisikku di antara desahan nafasnya yang mulai sedikit memburu.
“Oooh
Ines sayang, aku berjanji untuk bertanggung jawab, aahh aku menginginkan
keperawananmu sayang”, ucapnya. Sementara Hendritangannya yang sedang berada di
sela-sela selangkangan pahaku itu meremas gundukan memekku lagi.
“Ba..
baiklah Mas, Ines percaya sama Mas”, bisikku. “Jadi?” tanyanya. “hh. lakukanlah
mass, Ines milik Mas seutuhnya.. hh..” jawabku. “Benarkah? ooh.. Ines
sayanggg.” Secepat kilat bibirku kembali dikecup dan dikulumnya, digigit
lembut, disedot.
Hidung
kami bersentuhan lembut. Dengus nafasku terdengar memburu saat dia mengecup dan
mengulum bibirku cukup lama. DIa mempermainkan lidahnya di dalam mulutku, aku
mulai berani membalas cumbuannya dengan menggigit lembut dan mengulum lidahnya
dengan bibirku.
Lidah
kami bersentuhan, lalu dia mengecup dan mengulum bibir atas dan bawahku secara
bergantian. Terdengar suara kecapan-kecapan kecil saat bibir kami saling
mengecup. “aah Ines sayang, kamu pintar sekali, kamu pernah punya pacar yaach?”
tanyanya curiga.
“Mm
Ines belum pernah punya pacar Mas, ini ciuman Ines yang pertama kok Mas”,
sahutku.
“Kok
ciumanmu pintar sekali, jangan-jangan Ines sering nonton film porno yaa?”
godanya.
Aku
tersenyum malu, dan wajahku pun tiba-tiba bersemu merah, aku menundukkan
mukaku, malu.
“I…iya
Mas, beberapa kali”, sahutku terus terang sambil tetap menundukkan muka.
“Ines
sayang, kamu nggak kecewa khan karena aku benar-benar sangat menginginkan
keperawananmu sayang?” tanyanya.
“Ines
serahkan apa yang bisa Ines persembahkan buat Mas, Ines ikhlas, lakukanlah Mas
kalau Mas benar-benar menginginkannya”,
sahutku
lirih. Hendritangan kanannya yang masih berada di selangkanganku mulai bergerak
menekan ke gundukan memekku yang masih perawan, lalu diusap-usap ke atas dan ke
bawah dengan gemas. Aku memekik kecil dan mengeluh lirih, kupejamkan mataku
rapat-rapat, sementara wajahku nampak sedikit berkeringat.
Dia
meraih kepalaku dalam pelukannya dengan tangan kiri dan dia mencium rambutku.
“Oooh masss”, bisikku lirih. “Enaak sayang diusap-usap begini”, tanyanya.
“hh…
iiyyaa mass”, bisikku polos. Jemarinya kini bukan cuma mengusap tapi mulai
meremas bukit memekku dengan sangat gemas.
“sakit
Mas aawww” aku memekik kecil dan pinggulku menggelinjang keras. Kedua pahaku
yang tadi menjepit pergelangan tangan kanannya kurenggangkan. Dia mengangkat
wajah dan daguku kearahnya, sambil merengkuh tubuhku agarlebih merapat ke
badannya lalu kembali dia mengecup dan mencumbu bibirku dengan bernafsu.
Puas
mengusap-usap bukit memekku, kini Hendritangan kanannya bergerak merayap ke
atas, mulai dari pangkal paha terus ke atas menelusuri pinggang sampai ujung
jemarinya berada di bagian bawah toketku yang sebelah kiri.
Dia
mengelus perlahan di situ lalu mulai mendaki perlahan, akhirnya Hendritangannya
seketika meremas kuat toketku dengan gemasnya. Seketika itu pula aku melepaskan
bibirku dari kuluman bibirnya, “aawww… Mas sakitt, jangan keras-keras dong
meremasnya”, protesku.
Kini
secara bergantian Hendritangannya meremas kedua toketku dengan lebih lembut.
Aku menatapnya dan membiarkan tangannya menjamah dan meremas-remas kedua
toketku.
“Auuggghh..”
tiba2 dia menjerit lumayan keras dan meloncat berdiri. Aku yang tadinya sedang
menikmati remasanku pada toketnya jadi ikutan kaget.
“Eeehh
kenapa Mas?” “Aahh anu sayang… kontolku sakit nih”, sahutnya sambil buru-buru
membuka celana panjangnya di hadapanku. Aku tak menyangka dia berbuat demikian
hanya memandangnya dengan terbelalak kaget.
Dia
membuka sekalian CDku dan “Tooiiing”, kontolnya yang sudah tegang itu langsung
mencuat dan mengacung keluar mengangguk-anggukan kepalanya naik turun .
“aawww…
Mas jorok”, aku menjerit kecil sambil memalingkan mukaku ke samping dan menutup
mukaku dengan tangan. “He… he…” dia terkekeh geli, batang kontolnya sudah
kelihatan tegang berat, urat-urat di permukaan kontolnya sampai menonjol keluar
semua.
Batang
kontolnya bentuknya montok, berurat, dan besar. Sementara aku masih menutup
muka tanpa bersuara, dia mengocok kontolnya dengan tangan kanannya,
“Uuuaahh…nikmatnya”.
“nes sebentar yaa… aku mau cuci kontolku dulu yaa… bau nih soalnya”, katanya
sambil ngibrit ke belakang, kontolnya yang sedang “ON” tegang itu jadi
terpontang-panting sambil mengangguk-anggukkan kepalanya ke sana ke mari ketika
dia berlari.
Aku
masih terduduk di atas sofa dan begitu melihatnya keluar berlari tanpa pakai
celana jadi terkejut lagi melihat kontolnya yang sedang tegang bergerak
manggut-manggut naik turun. “aawww…” teriakku kembali sembari menutup mukaku
dengan kedua Hendritanganku.
“Iiihh…
Ines… takut apa sih, kok mukanya ditutup begitu”, tanyanya geli.
“Itu
Mas, kontol Mas”, sahutku lirih. “Lhoo… katanya sudah sering nonton BF kok
masih takut, kamu kan pasti sudah lihat di film itu kalau kontol cowok itu
bentuknya gini”, sahutnya geli.
“Iya…m..Mas,
tapi kontol Mas mm besar sekalii”, sahutku masih sambil menutup muka.
“Yaach…
ini sih kecil dibanding di film nggak ada apa-apanya, itu khan film barat,
kontol mereka jauh lebih gueedhee… kalau kontolku kan ukuran orang Indonesia
sayang, ayo sini dong kontolku kamu pegang sayang, ini kan milik kamu juga”,
sahutnya nakal.
“Iiih…
malu aah Mas, jorok.” “Alaa.. malu-malu sih sayang, aku yang telanjang saja
nggak malu sama kamu, masa kamu yang masih pakaian lengkap malu, ayo dong
sayang kontol Mas dipegang biar kamu bisa merasakan milik kamu sendiri”,
sahutnya sembari meraih kedua tanganku yang masih menutupi mukaku. pada mulanya
aku menolak sambil memalingkan wajahku ke samping, namun setelah dirayu-rayu
akhirnya aku mau juga.
Kedua
tanganku dibimbingnya ke arah selangkangannya, namun kedua mataku masih
kupejamkan rapat. Hendrikedua tanganku mulai menyentuh kepala kontolnya yang
sedang ngaceng. Mulanya Hendritanganku hendak kutarik lagi saat menyentuh
kontolnya yang ngaceng namun karena dia memegang kedua tanganku dengan kuat,
Dan
memaksanya untuk memegang kontolnya itu, akhirnya aku hanya menurut saja.
Pertama kali aku hanya mau memegang dengan kedua jemarinya. “Aah… terus sayang
pegang erat dengan kedua tanganmu”, rayunya penuh nafsu.
“Iiih…
keras sekali Mas”, bisikku sambil tetap memejamkan mata. “Iya sayang, itu
tandanya aku sedang ngaceng sayang, ayo dong digenggam dengan kedua tanganmu,
aahh…” dia mengerang nikmat saat tiba-tiba saja aku bukannya menggenggam tapi
malah meremas kuat.
Aku
terpekik kaget, “Iiih sakit mass…” tanyaku. Aku menatapnya gugup. “Ooouhh
jangan dilepas sayang, remas seperti tadi lekas sayang oohh…” erangnya lirih.
Aku yang semula agak gugup, menjadi mengerti lalu Hendrikedua tanganku yang
tadi sedikit merenggang kini bergerak dan meremas kontolnya seperti tadi.
Dia
melenguh nikmat. Aku kini sudah berani menatap kontolnya yang kini sedang
kuremas, Hendrikedua tanganku itu secara bergantian meremas batang dan kepala
kontolnya.
Hendrikiri
berada di atas kepala kontolnya sedang Hendriyang kanan meremas kontolnya. .dia
hanya bisa melenguh panjang pendek.
“.sshh…nes…
terusss sayang, yaahh… ohh… ssshh”, lenguhnya keenakan. Aku memandangnya sambil
tersenyum dan mulai mengusap-usap maju mundur, setelah itu kugenggam dan
kuremas seperti semula tetapi kemudian aku mulai memompa dan mengocok kontolnya
itu maju mundur.
“Aakkkhh…
ssshh” dia menggelinjang menahan nikmat. Aku semakin bersemangat melihatnya
erasakan kenikmatan, kedua tanganku bergerak makin cepat maju mundur mengocok
kontolnya. Dia semakin tak terkendali, “nes… aahhgghh… sshh… awas pejuku mau
keluarr” teriaknya keras.
Aku
meloncat berdiri begitu dia mengatakan kalimat itu, aku melepaskan remasan
tanganku dan berdiri ke sebelahnya, sementara pandangan mataku tetap ke arah
kontolnya yang baru kukocok. “Kamu kok lari sih…” bisiknya lirih disisiku.
“Tadi
pejunya mau keluar mass… kok nggak jadi?” tanyaku polos. Rupanya dia gak mau
ngecret karena aku kocok makanya dia bilang pejunya mau keluar.
Dia
meraih tubuhku yang berada di sampingnya dan dipeluknya dengan gemas, aku
menggelinjang saat dia merapatkan badannya ke tubuhku sehingga toketku yang
bundar montok menekan dadanya yang bidang.
Aku
merangkulkan kedua lenganku ke lehernya, dan tiba-tiba ia pun mengecup bibirku
dengan mesra, kemudian dilumatnya bibirku sampai aku megap-megap kehabisan
napas. Terasa kontolnya yang masih full ngaceng itu menekan kuat bagian
pusarku, karena memang tubuhnya lebih tinggi dariku.
Sementara
bibir kami bertautan mesra, Hendritangannya mulai menggerayangi bagian bawah
tubuhku, dua detik kemudian Hendrikedua tangannya telah berada di atas bulatan
kedua belah bokongku.
Diremasnya
dengan gemas, jemarinya bergerak memutar di bokongku. Aku merintih dan
mengerang kecil dalam cumbuannya. Lalu dia merapatkan bagian bawah tubuhnya ke
depan sehingga mau tak mau kontolnya yang tetap tegang itu jadi terdesak
perutku lalu menghadap ke atas.
Aku
tak memberontak dan diam saja. Sementara itu dia mulai menggesek-gesekkan
kontolnya yang tegang itu di perutku. Namun baru juga 10 detik aku melepaskan
ciuman dan pelukannya dan tertawa-tawa kecil, “Kamu apaan sih kok ketawa”,
tanyanya heran.
“Abisnya…
Mas sih, kan Ines geli digesekin kaya gitu”, sahutku sambil terus tertawa
kecil. Dia segera merengkuh tubuhku kembali ke dalam pelukannya, dan aku tak
menolak saat dia menyuruhku untuk meremas kontolnya seperti tadi.
Segera
Hendritangan kananku mengusap dan mengelus-elus kontolnya dan sesekali kuremas.
Dia menggelinjang nikmat. “aagghh… nes… terus sayang…” bisiknya mesra. Wajah
kami saling berdekatan dan aku memandang wajahnya yang sedang meringis menahan
rasa nikmat.
“Enaak
ya mass…” bisikku mesra. Hendritanganku semakin gemas saja mempermainkan
kontolnya bahkan mulai kukocok seperti tadi. Dia melepaskan kecupan dan
pelukanku. “Gerah nih sayang, aku buka baju dulu yaah sayang”, katanya sambil
terus mencopot kancing kemejanya satu persatu lalu dilemparkan sekenanya ke
samping.
Kini
dia benar-benar polos dan telanjang bulat di hadapanku. Aku masih tetap
mengocok kontolnya maju mundur.
“Sayang… kau suka yaa sama kontolku”, katanya.
“Sayang… kau suka yaa sama kontolku”, katanya.
Sambil
tetap mengocok kontolnya aku menjawab dengan polos. “suka sih Mas… habis kontol
Mas lucu juga, keras banget Mas kayak kayu”, ujarku tanpa malu-malu lagi.
“Lucu
apanya sih?” tanyanya.
Aku
memandangnya sambil tersenyum “pokoknya lucu saja”, bisikku lirih tanpa
penjelasan.
“Gitu
yaa… kalau memek kamu seperti apa yaa… aku pengen liat dong”, katanya. Aku
mendelik sambil melepaskan tanganku dari kontolnya.
“Mas
jorok ahh…” sahutku malu-malu. “Ayo, aku sudah kepengen ngerasain nih… aku buka
ya celana kamu”, katanya lagi.
Dan
dengan cepat dia berjongkok di depanku, kedua tangannya meraih pinggulku dan
didekatkan ke arahnya. Pada mulanya aku agak memberontak dan menolak tangannya
namun begitu aku memandang wajahnya yang tersenyum padaku akhirnya aku hanya
pasrah dan mandah saat Hendrikedua tangannya mulai gerilya mencari ritsluiting
celana ketatku yang berwarna putih itu.
Mukanya
persis di depan selangkanganku sehingga dia dapat melihat gundukan bukit
memekku dari balik celana ketatku. Dia semakin tak sabar, dan begitu menemukan
tali ritsluitingku segera ditariknya ke bawah sampai terbuka, kebetulan aku tak
memakai sabuk sehingga dengan mudah dia meloloskan dan memplorotkan celanaku
sampai ke bawah.
Sementara
pandangannya tak pernah lepas dari selangkanganku, dan kini terpampanglah di
depannya CDku yang berwarna putih bersih itu tampak sedikit menonjol di
tengahnya. Terlihat dari CDku yang cukup tipis itu ada warna kehitaman,
jembutku.
Waahh…
dia memandang ke atas dan aku menatapnya sambil tetap tersenyum. “Aku buka ya..
CDnya”, tanyanya. Aku hanya menganggukan kepala perlahan. Dengan gemetar Hendrikedua
tangannya
kembali merayap ke atas menelusuri dari kedua betisku terus ke atas sampai kedua belah paha, dia mengusap perlahan dan mulai meremas.
kembali merayap ke atas menelusuri dari kedua betisku terus ke atas sampai kedua belah paha, dia mengusap perlahan dan mulai meremas.
“Oooh…Masss”
aku merintih kecil. kemudian Hendrikedua tangannya merayap ke belakang
kebelahan bokongku yang bulat. Dia meremas gemas disitu. Ketika Hendritangannya
menyentuh tali karet CDku yang bagian atas, sreeet… secepat kilat ditariknya ke
bawah CDku itu dengan gemas dan kini terpampanglah sudah daerah ‘forbidden’ ku.
Menggembung
membentuk seperti sebuah gundukan bukit kecil mulai dari bawah pusarku sampai
ke bawah di antara kedua belah pangkal pahaku, sementara di bagian tengah
gundukan bukit memekku terbelah membentuk sebuah bibir tebal yang mengarah ke
bawah dan masih tertutup rapat menutupi celah liang memekku.
Dan
di sekitar situ ada jembut yang cukup lebat. “Oohh.. nes, indahnya…” Hanya
kalimat itu yang sanggup diucapkan saat itu. Dia mendongak ketika aku sedang
membuka baju kaosku, setelah melemparkan kaos sekenanya kedua tanganku lalu
menekuk ke belakang punggungnya hendak membuka braku dan tesss… bra itupun
terlepas jatuh di mukanya.
Selanjutnya
aku melepas juga celana dan CDku yang masih tersangkut di mata kakiku, lalu
sambil tetap berdiri di depannya, aku tersenyum manis kepadanya, walaupun
wajahku sedikit memerah karena malu.
Toketku
berbentuk bulat seperti buah apel, besarnya kira-kira sebesar dua kali bola
tenis, warnanya putih bersih hanya pentil kecilnya saja yang tampak berwarna
merah muda kecoklatan. “kamu cantik sekali sayang”, bisiknya lirih.
Aku
mengulurkan kedua tanganku kepadanya mengajaknya berdiri lagi. “Mass… Ines
sudah siap, Ines sayang sama Mas, Ines akan serahkan semuanya seperti yang Mas
inginkan”, bisikku mesra.
Dia
merangkul tubuhku yang telanjang. Badanku seperti kesetrum saat kulitku
menyentuh kulit nya, kedua toketku yang bulat menekan lembut dadanya yang
bidang.
Hendritangannya
tergetar saat mengusap punggungku yang telanjang, “Aahh.. nes kita ngentot di
kamar yuk, aku sudah kepingin ngentot sayang”, bisiknya tanpa malu-malu lagi.
Aku
hanya tersenyum dalam pelukannya. “Terserah Mas saja, mau ngentotnya dimana”,
sahutku mesra.
Dengan penuh nafsu dia segera meraih tubuhku dan digendongnya ke dalam kamar. Direbahkannya tubuhku yang telanjang bulat itu di atas kasur busa di dalam kamar tengah, tempat tidur itu tak terlalu besar, untuk 2 orang pun harus berdempetan.
Dengan penuh nafsu dia segera meraih tubuhku dan digendongnya ke dalam kamar. Direbahkannya tubuhku yang telanjang bulat itu di atas kasur busa di dalam kamar tengah, tempat tidur itu tak terlalu besar, untuk 2 orang pun harus berdempetan.
Suasana
dalam kamar kelihatan gelap karena semua gorden tertutup agar tak kentara dari
luar, walaupun gorden yang berada dalam kamar ini sama sekali tidak menghadap
ke jalan umum namun menghadap ke kebun di belakang, jadi sebenarnya sangat
aman.
Dia
segera membuka gorden agar sinar matahari sore dapat masuk, dan benar saja
begitu disibakkan sinar matahari dari arah barat langsung menerangi seluruh isi
kamar. Dia memandangi tubuhku yang telanjang bulat di ranjang.
Segera
dia menaiki ranjang, aku memandangnya sambil tersenyum. Dia merayap ke atas
tubuhku yang bugil dan menindihnya, sepertinya dia sudah tak sabar ingin segera
memasuki memekku.
“Buka
pahamu sayang, aku ingin mengentotimu sekarang”, bisiknya bernafsu. “Mass…” aku
hanya melenguh pasrah saat dia setengah menindih tubuhku dan kontolku yang
tegang itu mulai menusuk celah memekku, tangannya tergetar saat membimbing
kontolnya mengelus memekku lalu menelusup di antara kedua bibir memekku.
“Sayang,
aku masukkan yaah… kalau sakit bilang sayang.. kamu kan masih perawan.”
“Pelan-pelan Mas”, bisikku pasrah. Lalu dengan Hendritangan kanannya
diarahkannya kepala kontolnya ke memekku. Aku memeluk pinggangnya mesra,
sementara dia mencari liang memekku di antara belahan bukit memekku.
Dia
mencoba untuk menelusup celah bibir memekku bagian atas namun setelah ditekan
ternyata
jalan buntu. “Agak ke bawah Mas, aahh kurang ke bawah lagi Mas… mm.. yah tekan di situ Mas… aawww pelan-pelan Mas sakiiit”, aku memekik kecil dan menggeliat kesakitan.
jalan buntu. “Agak ke bawah Mas, aahh kurang ke bawah lagi Mas… mm.. yah tekan di situ Mas… aawww pelan-pelan Mas sakiiit”, aku memekik kecil dan menggeliat kesakitan.
Akhirnya
dia berhasil menemukan celah memekku itu setelah aku menuntunnya, diapun mulai
menekan ke bawah, kepala kontolnya dipaksanya untuk menelusup ke dalam liang
memekku yang sempit. Dia mengecup bibir ku sekilas lalu berkonsentrasi kembali
untuk segera dapat membenamkan kontolnya seluruhnya ke dalam liang memekku.
Aku
mulai merintih dan memekik-mekik kecil ketika kepala kontolnya yang besar mulai
berhasil menerobos liang memekku yang sangat-sangat sempit sekali.
“Tahan
sayang… aku masukkan lagi, sempit sekali sayang aahh”, erangnya mulai merasakan
kenikmatan dan kurasakan kepala kontolnya berhasil masuk dan terjepit ketat
sekali dalam liang memekku.
“aawwww….
masss sakiit…” teriakku memelas, tubuhku menggeliat kesakitan. Dia berusaha
menentramkan aku sambil mengecup mesra bibirku dan dilumat dengan perlahan.
Lalu, “tahan sayang, baru kepalanya yang masuk sayang, aku tekan lagi yaah”,
bisiknya.
Tiba2
dia mencabut kembali kontolnya yang baru masuk kepalanya saja itu dengan
perlahan. “Ah… sayang, aku masukin nanti saja deh, liang memekmu masih sangat
sempit dan kering sayang.” “memekku sakit Mas”, erangku lirih.
“Yahh…
aku tahu sayang kamu kan masih perawan, kita bercumbu dulu sayang, aku kepingin
melihat Ines nyampe”, bisiknya bernafsu. Segera dia merebahkan badannya di atas
tubuhku dan dipeluknya dengan kasih sayang, “Ines… hh.. bagaimana perasaanmu
sayang”, bisiknya mesra.
Aku
memandangnya dan tertawa renyah. “mm… Ines bahagia sekali bersama Mas seperti
ini, rasanya nikmat ya Mas berpelukan sambil telanjang kaya gini”, ujarku
polos. “Iyaa sayang, anggaplah aku suamimu saat ini sayang”,
bisiknya
nakal. “Iih.. Mas, Mas cumbui isterimu dong, beri istrimu kenik…mmbhh”, belum
sempat aku selesai ngomong, dia sudah melumat bibirku. Aku membalas ciumannya
dan melumat bibirnya dengan mesra.
Dia
menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan aku langsung mengulumnya hangat,
begitu sebaliknya. Hendritangan kirinya merayap ke bawah menelusuri sambil
mengusap tubuhku mulai pundak terus ke bawah sampai ke pinggul dan diremasnya
dengan gemas.
Ketika
tangannya bergerak kebelakang ke bulatan bokongku, dia mulai menggoyangkan
seluruh badannya menggesek tubuhku yang bugil terutama pada bagian selangkangan
dimana kontolnya yang sedang tegang-tegangnya menekan gundukan bukit memekku.
Dia
menggerakkan pinggulnya secara memutar sambil menggesek-gesekkan batang
kontolnya di permukaan bibir memekku sambil sesekali ditekan-tekan. Aku
ikut-ikutan menggelinjang kegelian, beberapa kali kepala kontolnya yang tegang
salah sasaran memasuki belahan bibir memekku seolah akan menembus liang memekku
lagi.
Akua
hanya merintih kesakitan dan memekik kecil, “Aawwww… Mas saakiit”, erangku.
“Aahh.. nes… memekmu empuk sekali sayang, ssshh”, dia melenguh keenakan.
Beberapa
menit kemudian setelah kami puas bercumbu bibir, dia menggeser tubuhnya kebawah
sampai mukanya tepat berada di atas kedua bulatan toketku, kini ganti perutnya
yang menekan memekku.
Hendrikedua
tangannya secara bersamaan mulai menggerayangi gunung “Fujiyama” milikku, dia
mulai menggesekkan ujung-ujung jemarinya mulai dari bawah toketku di atas perut
terus menuju gumpalan kedua toketku yang kenyal dan montok. Aku merintih dan
menggelinjang antara geli dan nikmat.
“Mass,
geli”, erangku lirih. Beberapa saat dia mempermainkan kedua pentilku yang
kemerahan dengan ujung jemarinya. Aku menggelinjang lagi, dipuntirnya sedikit
pentilku dengan lembut. ” Mas…” aku semakin mendesah tak karuan.
Secara
bersamaan akhirnya dia meremas-remas gemas kedua toketku dengan sepenuh nafsu.
“Aawww… Mas”, aku mengerang dan kedua tanganku memegangi kain sprei dengan
kuat. Dia semakin menggila tak puas meremas lalu mulutnya mulai menjilati kedua
toketku secara bergantian.
Lidahnya
menjilati seluruh permukaan toketku itu sampai basah, mulai dari toket yang
kiri lalu berpindah ke toket yang kanan, digigit-gigitnya pentilku secara
bergantian sambil diremas-remas dengan gemas sampai aku berteriak-teriak
kesakitan.
Lima
menit kemudian lidahnya bukan saja menjilati kini mulutnya mulai beraksi
menghisap kedua pentilku sekuat-kuatnya. Dia tak peduli aku menjerit dan
menggeliat kesana-kemari, sesekali kedua Hendritanganku memegang dan meremasi
rambutnya, sementara kedua tangannya tetap mencengkeram dan meremasi kedua
toketku bergantian sambil menghisap-hisap pentilnya.
Bibir
dan lidahnya dengan sangat rakus mengecup, mengulum dan menghisap kedua
toketku. Di dalam mulutnya pentilku dipilin dengan lidahnya sambil terus
dihisap. Aku hanya bisa mendesis, mengerang, dan beberapa kali memekik kuat
ketika giginya menggigiti pentilku dengan gemas, hingga tak heran kalau di
beberapa tempat di kedua bulatan toketku itu nampak berwarna kemerahan bekas
hisapan dan garis-garis kecil bekas gigitannya.
Cukup
lama dia mengemut toketku, setelah itu bibir dan lidahnya kini merayap menurun
ke bawah. Ketika lidahnya bermain di atas pusarku, aku mulai mengerang-erang
kecil keenakan, dia mengecup dan membasahi seluruh perutku.
Ketika
dia bergeser ke bawah lagi dengan cepat lidah dan bibirnya telah berada di atas
gundukan bukit memekku.
“Buka
pahamu Nes..” teriaknya tak sabar, posisi pahaku yang kurang membuka itu
membuatnya kurang leluasa untuk mencumbu memekku itu.
“Oooh…
masss”, aku hanya merintih lirih. Dia membetulkan posisinya di atas
selangkangan ku. Aku membuka ke dua belah pahaku lebar-lebar, aku sudah sangat
terangsang sekali. Kedua tanganku masih tetap memegangi kain sprei, aku
kelihatan tegang sekali.
“Sayang…
jangan tegang begitu dong sayang”, katanya mesra. “Lampiaskan saja perasaanmu,
jangan takut kalau Ines merasa nikmat,
teriak
saja sayang biar puass….” katanya selanjutnya. Sambil memejamkan mata aku
berkata lirih. “Iya mass eenaak sih mass”, kataku polos. Dia memandangi memekku
yang sudah ditumbuhi jembut namun kulit dimemekku dan sekitarnya itu tidak
tampak keriput sedikitpun, masih kelihatan halus dan kencang.
Bibir
memekku kelihatan gemuk dan padat berwarna putih sedikit kecoklatan, sedangkan
celah sempit yang berada di antara kedua bibir memekku itu tertutup rapat.
“MAs…
ngapain sih kok ngelamun, bau yaa Mas?” tanyaku sambil tersenyum.
Wajahku
sedikit kusut dan berkeringat.”abisnya memekmu lucu sih, bau lagi”, balasnya
nakal. “Iiihh… jahat”, Belum habis berkata begitu aku memegang kepalanya dan
mengucek-ucek rambutnya. Dia tertawa geli.
Selanjutnya
aku menekan kepalanya ke bawah, sontak mukanya terutama hidung dan bibirnya
langsung nyosor menekan memekku, hidungnya menyelip di antara kedua bibir
memekku. Bibirnya mengecup bagian bawah bibir memekku dengan bernafsu,
sementara Hendrikedua tangannya merayap ke balik pahaku dan meremas bokongku
yang bundar dengan gemas.
Dia
mulai mencumbui bibir memekku yang tebal itu secara bergantian seperti kalau
dia mencium bibirku. Puas mengecup dan mengulum bibir bagian atas, dia
berpindah untuk mengecup dan mengulum bibir memekku bagian bawah.
Karena
ulahnya aku sampai menjerit-jerit karena nikmatnya, tubuhku menggeliat hebat
dan terkadang meregang kencang, beberapa kali kedua pahaku sampai menjepit
kepalanya yang lagi asyik masyuk bercumbu dengan bibir memekku.
Dia
memegangi kedua belah bokongku yang sudah berkeringat agar tidak bergerak
terlalu banyak, sepertinya dia tak rela melepaskan pagutan bibirnya pada bibir
memekku. aku mengerang-erang dan tak jarang memekik cukup kuat saking
nikmatnya.
Kedua
tanganku meremasi rambutnya sampai kacau, sambil menggoyang-goyangkan pinggulku.
Kadang pantat kunaikkan sambil mengejan nikmat atau kadang kugoyangkan memutar
seirama dengan jilatan lidahnya pada seluruh permukaan memekku.
aku
berteriak makin keras, dan terkadang seperti orang menangis saking tak kuatnya
menahan kenikmatan yang diciptakannya pada memekku. Tubuhku menggeliat hebat,
kepalaku bergerak ke kiri dan ke kanan dengan cepat, sambil mengerang tak
karuan.
Dia
semakin bersemangat melihat tingkahku, mulutnya semakin buas, dengan nafas
setengah memburu disibakkannya bibir memekku dengan Hendritangan kanannya,
terlihat daging berwarna merah muda yang basah oleh air liurnya bercampur
dengan cairan lendirku, agak sebelah bawah terlihat celah liang memekku yang
amat sangat kecil dan berwarna kemerahan pula.
Dia
mencoba untuk membuka bibir memekku agak lebar, namun aku memekik kecil karena
sakit. “aawww mass.. sakiit”, pekikku kesakitan. “maaf sayang, sakit yaa…”
bisiknya khawatir.
Dia
mengusap dengan lembut bibir memekku agar sakitnya hilang, sebentar kemudian
lalu disibakkan kembali pelan-pelan bibir memekku, celah merahnya kembali
terlihat, agak ke atas dari liang memekku yang sempit itu ada tonjolan daging
kecil sebesar kacang hijau yang juga berwarna kemerahan, inilah itil, bagian
paling sensitif dari memek wanita. Lalu secepat kilat dengan rakus lidahnya
dijulurkan sekuatnya keluar dan mulai menyentil-nyentil daging itilku.
Aku
memekik sangat keras sambil menyentak-nyentakkan kedua kakiku ke bawah. Aku
mengejang hebat, pinggulku bergerak liar dan kaku, sehingga jilatannya pada
itilku jadi luput.
Dengan
gemas dia memegang kuat-kuat kedua belah pahaku lalu kembali menempelkan bibir
dan hidungnya di atas celah kedua bibir memekku, dia menjulurkan lidahnya
keluar sepanjang mungkin lalu ditelusupkannya lidahnya menembus jepitan bibir
memekku dan kembali menyentil nikmat itilku dan,
Aku
memekik tertahan dan tubuhku kembali mengejan sambil menghentak-hentakkan kedua
kakiku, pantat ku angkat ke atas sehingga lidahnya memasuki celah bibir memekku
lebih dalam dan menyentil-nyentil itilku.
Begitu
singkat karena tak sampai 1 menit aku terisak menangis dan ada semburan lemah
dari dalam liang memekku berupa cairan hangat agak kental banyak sekali. Dia
masih menyentil itilku beberapa saat sampai tubuhku terkulai lemah dan akhirnya
pantatku pun jatuh kembali ke kasur.
Aku
melenguh panjang pendek meresapi kenikmatan yang baru kurasakan, sementara dia
masih menyedot sisa-sisa lendir yang keluar ketika aku nyampe. Seluruh
selangkanganku tampak basah penuh air liur bercampur lendir yang kental.
Dia
menjilati seluruh permukaan memekku sampai agak kering, “Sayaang… puas kan…”
bisiknya lembut namun aku sama sekali tak menjawab, mataku terpejam rapat namun
mulutku tersenyum bahagia.
“Giliranku
sayang, aku mau masuk nih… tahan sakitnya sayang”, bisiknya lagi tanpa menunggu
jawabannya.
Dia
segera bangkit dan duduk setengah berlutut di atas tubuhku yang telanjang
berkeringat.
Toketku penuh lukisan hasil karyanya.
Toketku penuh lukisan hasil karyanya.
Dengan
agak kasar dia menarik kakiku ke atas dan ditumpangkannya kedua pahaku pada
pangkal pahanya sehingga kini selangkanganku menjadi terbuka lebar. Dia menarik
bokongku ke arahnya sehingga kontolnya langsung menempel di atas memekku yang
masih basah.
Dia
mengusap-usapkan kepala kontolnya pada kedua belah bibir memekku dan lalu
beberapa saat kemudian dengan nakal kontolnya ditepuk-tepukkan dengan gemas ke
memekku. Aku menggeliat manja dan tertawa kecil,
“Mas…
iiih.. gelii.. aah”, jeritku manja. “Sayaang, kontolku mau masuk nih… tahan yaa
sakitnya”, bisiknya nakalpenuh nafsu. “Iiihh… jangan kasar ya mass… pelan-pelan
saja masukinnya, Ines takutsakiit”, sahutku polos penuh kepasrahan.
Sedikit
disibakkannya bibir memekku dengan Hendrikirinya, lalu diarahkannya kepala
kontolnya yang besar ke liang memekku yang sempit. Diamulai menekan dan aku pun
meringis, dia tekan lagi… akhirnya perlahan-lahan mili demi mili liang memekku
itu membesar dan mulai menerima kehadiran kepala kontolnya.
Aku
menggigit bibir. Dia melepaskan Hendritangannya dari bibir memekku dan plekk…
bibir memekku langsung menjepit nikmat kepala kontolnya. “Tahan sayang…”
bisiknya bernafsu. Aku hanya mengangguk pelan, mata lalu kupejamkan rapat-rapat
dan kedua tanganku kembali memegangi kain sprei.
Dia
Agak membungkukkan badannya ke depan agar pantatnya bisa lebih leluasa untuk
menekan ke bawah. Dia memajukan pinggulnya dan akhirnya kepala kontolnya mulai
tenggelam di dalam liang memekku.
Dia
kembali menekan, dan aku mulai menjerit kesakitan. Dia tak peduli, mili demi
mili kontolnya secara pasti terus melesak ke dalam liang memekku dan tiba-tiba
setelah masuk sekitar 4 centi seperti ada selaput lunak yang menghalangi kepala
kontolnya untuk terus masuk, dia terus menekan dan aku melengking keras sekali
lalu menangis terisak-isak. selaput daraku robek.
Dia
terus menekan kontolnya, ngotot terus memaksa memasuki liang memekku yang luar
biasa sempit itu. Dia memegang pinggulku, dan ditariknya kearahnya kontolnya
masuk makin ke dalam, Aku terus menangis terisak-isak kesakitan, sementara dia
sendiri malah merem melek keenakan.
Dan
dia menghentak keras ke bawah, dengan cepat kontolnya mendesak masuk liang
memekku. dia mengerang nikmat. Dihentakkan lagi pantatnya ke bawah dan akhirnya
kontolnya secara sempurna telah tenggelam sampai kandas terjepit di antara
bibir memekku.
Dia
berteriak keras saking nikmatnya, matanya mendelik menahan jepitan ketat
memekku yang luar biasa. Sementara aku hanya memekik kecil lalu memandangnya
sayu.
“Mass…
Ines sudah nggak perawan lagi sekarang”, bisikku lirih. “Ines sayang, Mas
sekarang juga nggak perjaka lagi”, balasnya mesra. Kami sama-sama tersenyum.
Direbahkannya badannya di atas tubuhku yang telanjang, aku memeluknya penuh
kasih sayang, toketku kembali menekan dadanya.
Memekku
menjepit meremas kuat kontolnya yang sudah amblas semuanya. Kami saling
berpandangan mesra,dia mengusap mesra wajahku yang masih menahan sakit menerima
tusukan kontolnya.
“Mas…
bagaimana rasanya”, bisikku mulai mesra kembali, walaupun sesekali kadang aku
menggigit bibir menahan sakit. “Enaak sayang.. dan nikmaat… oouhh aku nggak
bisa mengungkapkannya dengan kata-kata sayang… selangit pokoknya”, bisiknya.
“MAs,
bagaimana kalau Ines sampai hamil?” bisikku sambil tetap tersenyum.”Oke…nanti
setelah ngentot kita cari obat di apotik, obat anti hamil”, bisiknya gemas.
“Iihh… nakal…” sahutku sambil kembali mencubit pipinya.
“Biariin…”
“Maasss…” aku agak berteriak. “Apaan sih…” tanyanya kaget. Lalu sambil agak
bersemu merah dipipi aku berkata lirih. “dienjot dong…” bisikku hampir tak
terdengar. “Iiih Ines kebanyakan nonton film porno, kan memeknya masih sakiit”,
jawabnya.
“Pokoknya,
dienjot dong Mas…” sahutku manja. Dia mencium bibirku dengan bernafsu, dan
akupun membalas dengan tak kalah bernafsu. Kami saling berpagutan lama sekali,
lalu sambil tetap begitu dia mulai menggoyang pinggul naik turun. kontolnya
mulai menggesek liang memekku dengan kasar, pinggulnya menghunjam-hunjam dengan
cepat mengeluar masukkan kontolnya yang tegang. Aku memeluk punggungnya dengan
kuat, ujung Hendritanganku menekan punggungnya dengan keras. Kukuku terasa
menembus kulitnya.
Tapi
dia tak peduli, dia sedang mengentoti dan menikmati tubuhku. Aku merintih dan
memekik kesakitan dalam cumbuannya. Beberapa kali aku sempat menggigit bibirnya,
namun itupun dia tak peduli.
Dia
hanya merasakan betapa liang memekku yang hangat dan lembut itu menjepit sangat
ketat kontolnya. Ketika ditarik keluar terasa daging memekku seolah
mencengkeram kuat kontolnya, sehingga terasa ikut keluar. Aku melepaskan
ciumannya dan mencubit pinggangnya.
“Awww…
aduuh Mass… sakit … . ngilu Mas” aku berteriak kesakitan. “Maaf sayang… aku
mainnya kasar yaah? aku nggak tahan lagi sayang aahhgghghh”, bisiknya. “pejuku
mau keluar, desahnya sambil menyemprotkan peju yang banyak di liang memekku.
Kami pun berpelukan puas atas kejadian tersebut. Dan tanpa terasa kami
ketiduran sambil berpelukan telanjang bulat karena kecapaian dalam permainan
tadi.
Kami
tidur dua jam lamanya lalu kami berdua mandi bersama. Di dalam kamar mandi kami
saling membersihkan dan berciuman. Dia minta aku jongkok. Dia mengajariku untuk
menjilati serta mengulum kontolnya yang sudah tegak berdiri.
Kontolnya
kukulum sambil mengocoknya pelan-pelan naik turun. “Enak banget yang, kamu
cepet ya belajarnya. Terus diemut yang”, erangnya. Kemudian giliran dia, aku
disuruhnya berdiri sambil kaki satunya ditumpangkan di bibir bathtub agar siap
mendapat serangan oralnya.
Dia
menyerang selangkanganku dengan lidah yang menari-nari kesana kemari pada
itilku sehingga aku mengerang sambil memegang kepalanya untuk menenggelamkannya
lebih dalam ke memekku. Dia tahu apa yang kumau, lalu dijulurkannya lidahnya
lebih dalam ke memekku sambil mengorek-korek itilku dengan jari manisnya.
Semakin
hebat rangsangan yang aku rasakan sampai aku nyampe, dengan derasnya lendirku
keluar tanpa bisa dibendung.
Dia
menjilati dan menelan semua lendirku itu tanpa merasa jijik. “Mas, nikmat
banget deh, Ines sampe lemes”, kataku.
“Ya
udah kamu istirahat aja, aku mau cari makanan dulu ya”, katanya sambil
berpakaian dan meninggalkan ku sendiri di rumah itu. Aku berbaring di ranjang,
ngantuk sampe ketiduran lagi.
DIa
membangunkanku dan mengajakku makan nasi padang yang sudah dibelinya. “Nes,
malem ini kita tidur disini aja ya, aku masih pengen ngerasain peretnya memekmu
lagi. Kamu mau kan
kita ngentot lagi”, katanya sambil membelai pipiku.
kita ngentot lagi”, katanya sambil membelai pipiku.
“Ines
nurut aja apa yang mas mau, Ines kan udah punyanya mas”, jawabku pasrah.
Sehabis makan langsung Aku dibawanya lagi keranjang, dan direbahkan. Kami
langsung berpagutan lagi, aku sangat bernapsu meladeni ciumannya.
Dia
mencium bibirku, kemudian lidahnya menjalar menuju ke toketku dan dikulumnya
pentilku. Terus menuju keperut dan dia menjilati pusarku hingga aku menggelepar
menerima rangsangan itu yang terasa nikmat.
“Mas
enak sekali..” nafasku terengah2. Lumatannya terus dilanjutkannya pada itilku.
Itilku dijilatinya, dikulum2, sehingga aku semakin terangsang hebat. Pantatku
kuangkat supaya lebih dekat lagi kemulutnya.
Diapun
merespons hal itu dengan memainkan lidahnya ke dalam memekku yang sudah dibukanya
sedikit dengan jari. Ketikla Responsku sudah hampir mencapai puncak, dia
menghentikannya. Dia ganti dengan posisi 69.
Dia
telentang dan minta aku telungkup diatas tubuhnya tapi kepalaku ke arah
kontolnya. Dia minta aku untuk kembali menjilati kepala kontolnya lalu mengulum
kontolnya keluar masuk mulutku dari atas. Setelah aku lancar melakukannya, dia
menjilati memek dan itilku lagi dari bawah. Selang beberapa lama kami melakukan
pemanasan maka dia berinisiatif untuk menancapkan kontolnya di memekku.
Aku
ditelentangkannya, pahaku dikangkangkannya, pantatku diganjal dengan bantal.
“buat apa mas, kok diganjel bantal segala”, tanyaku. “biar masuknya dalem
banget yang, nanti kamu juga ngerasa enaknya”, jawabnya sambil menelungkup
diatasku.
Kontolnya
digesek2kan di memekku yang sudah banyak lendirnya lagi karena itilku dijilati
barusan. “Ayo Mas cepat, aku sudah tidak tahan lagi” pintaku dengan bernafsu.
“Wah kamu sudah napsu ya Nes, aku suka kalo kita ngentot setelah kamu napsu
banget sehingga gak sakit ketika kontolku masuk ke memek kamu”, jawabnya.
Dengan
pelan tapi pasti dia masukan kontolnya ke memekku. “Pelan2 ya mas, biar gak
sakit”, lenguhku sambil merasakan kontolnya yang besar menerobos memekku yang
masih sempit. Dia terus menekan2 kontolnya dengan pelan sehingga akhirnya masuk
semua.
Lalu
dia tarik pelan-pelan juga dan imasukkan lagi sampai mendalam, terasa kontolnya
nancep dalem sekali. “Mas enjot yang cepat, Mas, Ines udah mau nyampe ach..
Uch.. Enak Mas, lebih enak katimbang dijilat mas tadi”, lenguhku.
“Aku
juga mau keluar, yang”, jawabnya.Dengan hitungan detik kami berdua nyampe
bersama sambil merapatkan pelukan, terasa memekku berkedutan meremes2
kontolnya. Lemas dan capai kami berbaring sebentar untuk memulihkan tenaga.
Sudah
satu jam kami beristirahat, lalu dia minta aku mengemut kontolnya lagi. “Aku
belum puas yang, mau lagi, boleh kan?” yanyanya. “Boleh mas, Ines juga pengen
ngerasain lagi nyampe seperti tadi”, jawabku sambil mulai menjilati kepala
kontolnya yang langsung ngaceng dengan kerasnya.
Kemudian
kepalaku mulai mengangguk2 mengeluar masukkan kontolnya dimulutku. Dia
mengerang kenikmatan, “Enak banget Nes emutanmu. Tadi memekmu juga ngempot
kontolku ketika kamu nyampe. Nikmat banget deh malam ini, boleh diulang ya
sayang kapan2″.
Aku
diam tidak menjawab karena ada kontolnya dalam mulutku. “NEs, aku udah mau
ngecret nih, aku masukkin lagi ya ke memek kamu”, katanya sambil minta aku
nungging.
“MAu
ngapain mas, kok Ines disuru nungging segala”, jawabku tidak mengerti.
“udah
kamu nungging aja, mas mau ngentotin kamu dari belakang”, jawabnya.
Sambil
nungging aku bertanya lagi, “Mau dimasukkin di pantat ya mas, aku gak mau ah”.
“Ya
gak lah yang, ngapain di pantat, di memek kamu udah nikmat banget kok”,
jawabnya.
dengan
pelan diumasukkannya kontolnya ke memekku, ditekan2nya sampe amblas semua,
terasa kontolnya masuk dalem sekali, seperti tadi ketika pantatku diganjel
bantal. Kontolnya mulai dikeluarmasukkan dengan irama lembut.
Tanpa
sadar aku mengikuti iramanya dengan menggoyangkan pantatku. Tangan kirinya
menjalar ke
toketku dan diremas-remas kecil, sambil mulai memompa dengan semakin cepat. Aku mulai merasakan nikmatnya dientot, sakit sudah tidak terasa lagi.
toketku dan diremas-remas kecil, sambil mulai memompa dengan semakin cepat. Aku mulai merasakan nikmatnya dientot, sakit sudah tidak terasa lagi.
“Mas,
Ines udah ngerasa enaknya dientot, terus yang cepet ngenjotnya mas, rasanya
Ines udah mau nyampe lagi”, erangku. Dia tidak menjawab, enjotan kontolnya
makin lama makin cepet dan keras, nikmat banget deh rasanya.
Akhirnya
dengan satu enjotan yang keras dia melenguh, “Nes aku ngecret, aah”, erangnya.
“Mas, Ines nyampe juga mas, ssh”, bersamaan dengan ngecretnya pejunya aku juga
nyampe.Kembali aku terkapar kelelahan.
Ketika
aku terbangun, hari udah terang. Aku nggeletak telanjang bulat di ranjang
dengan Satu kaki terbujur lurus dan yang sebelah lagi menekuk setengah terbuka
mengangkang. Dia yang sudah bangun lebih dulu, menaiki ranjang dan menjatuhkan
dadanya diantara kedua belah paha ku.
Lalu
dengan gemas, diciumnya pusarku. ” Mass, geli!” aku menggeliat manja. Dia
tersenyum sambil terus saja menciumi pusarku berulang2 hingga aku menggelinjang
beberapa kali. Dengan menggunakan ke2 siku dan lututnya ia merangkak sehingga
wajahnya terbenam diantara ke2 toketku.
Lidahnya
sedikut menjulur ketika dia mengecup pentilku sebelah kiri, kemudian pindah ke
pentil kanan. Diulangnya beberapa kali, kemudian dia berhenti melakukan
jilatannya.
Tangan
kirinya bergerak keatas sambil meremes dengan lembut toketku.Remasannya membuat
pentilku makin mengeras, dengan cepat dikecupnya pentilku dan dikulum2nyasambil
mengusap punggungku dengan tangan kanannya.
“Kamu
cantik sekali,” katanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku hanya
tersenyum, aku senang mendengar pujiannya. Kurangkul lehernya, kemudian kucium
bibirnya. Lidahnya yang nyelip masuk mulutku kuhisap2.
Aku
segera meraba kontolnya lagi, kugenggam dan kugesek2kan ke memekku yang mulai
berlendir. Lendir memekku melumuri kepala kontolnya, kontolnya menjadi makin
keras. Urat2 berwarna hijau di kulit batang kontolnya makin membengkak.
Dia
menekan pinggulnya sehingga kepala kontolnya nyelip di bibir memekku. Terasa
bibir memekku menjepit kontolnya yang besar itu. Dia menciumi leherku, dadanya
direndahkan sehingga menekan toketku.
“Oh…mas”,
lenguhku ketika ia menciumi telingaku. “Kakimu dibelitkan di pinggangku Nes”,
pintanya sambil terus mencium bibirku. Tangan kirinya terus meremas toketku
sedang tangan satunya mengelus pahaku yang sudah kulingkarkan di pinggangnya.
Lalu
dia mendorong kontolnya lebih dalam. Sesak rasanya memekku. Pelan2 dia menarik
sedikit kontolnya, kemudian didorongnya. Hal ini dia lakukan beberapa kali
sehingga lendir memekku makin banyak keluarnya, mengolesi kepala kontolnya.
Sambil
menghembuskan napas, dia menekan lagi kontolnya masuk lebih dalam. Dia menahan
gerakan pinggulnya ketika melihat aku meringis.
“Sakit
yang”, tanyanya. “Tahan sedikit ya”. Dia kembali menarik kontolnya hingga
tinggal kepalanya yang terselip di bibir luar memekku, lalu didorongnya kembali
pelan2. Dia terus mengamati wajahku, aku setengah memejamkan mata tapi sudah
tidak merasa sakit.
“NEs,
nanti dorong pinggul kamu keatas ya”, katanya sambil menarik kembali kontolnya.
Dia mencium bibirku dengan lahap dan mendorong kontolnya masuk kontolnya.
Pentilku diremesnya dengan jempol dan telunjuknya.
Aku
tersentak karena enjotan kontolnya dan secara reflex aku mendorong pinggulku ke
atas sehingga kontolnya nancap lebih dalam. Aku menghisap lidahnya yang
dijulurkan masuk ke mulutku. Sementara itu dia terus menekan kontolnya masuk
lebih dalam lagi. Dia menahan gerakan pinggulnya, rambutku dibelai2nya dan
terus mengecup bibirku.
Kontolnya
kembali ditariknya keluar lagi dan dibenamkan lagi pelan2, begitu dilakukannya
beberapa kali sehingga seluruh kontolnya sudah nancap di memekku. Aku merangkul
lehernya dan kakiku makin erat membelit pinggangnya.
”Akh
mas”, lenguhku ketika terasa kontolnya sudah masuk semua, terasa memekku
berdenyut meremes2 kontolnya.
“Masih
sakit Nes”, tanyanya. “Enak mas”, jawabku sambil mencakari punggungnya, terasa
biji pelernya memukul2 pantatku. Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk
memekku.
Entah
bagaimana dia mengenjotkan kontolnya, itilku tergesek kontolnya ketika dia
mengenjotkan kontolnya masuk. Aku menjadi terengah2 karena nikmatnya.
Dia
juga mendesah setiap kali mendorong kontolnya masuk semua, “Nes, memekmu peret
sekali, terasa lagi empotannya, enak banget sayang ngentot dengan kamu”.
Tangannya
menyusup ke punggungku sambil tersu mengenjotkan kontolnya. Terasa bibir
memekku ikut terbenam setiap kali kontolnya dienjot masuk.
“Mas”,
erangku. Terdengar bunyi “plak” setiap kali dia menghunjamkan kontolnya. Bunyi
itu berasal dari beradunya pangkal pahanya dengan pangkal pahaku karena aku
mengangkat pinggulku setiap dia mengenjot kontolnya masuk. “Nes, aku udah mau
ngecret”, erangnya lagi.
Dia
menghunjamkan kontolnya dalam2 di memekku dan terasalah pejunya nyembur2 di
dalam memekku. Bersamaan dengan itu, “Mas, Ines nyampe juga mas”, aku mengejang
karena ikutan nyampe.Nikmat banget bersama dia, walaupun perawanku hilang aku
tidak nyesel karena ternyata dientot itu mendatangkan kenikmatan luar biasa.
Mau menang banyak dengan modal sedikit..
ReplyDeleteAyo gabung di Agen Domino NAGAQQ.
=>Bonus Refferal 20%
=>Bonus Turn Over 0,5%
=>Min Deposit Rp15.000
=>1 User ID 4 Games
Situs yang bisa memberikan kemenangan AGEN BANDARQ TERBAIK
raih kemenangan anda segera...
WHATSAPP : +855967014811
PIN BB : 2B209F68
Cari Situs Judi Online yang fair ?
ReplyDeleteNo BOT - No ADMIN dan murni PLAYER vs PLAYER
Solusinya hnya di CROWNQQ BANDAR POKER ONLINE TERPERCAYA
Bonus Refferal 20%
Bonus Turn Over 0,5%
Hanya dengan nominal deposit 20ribu sudah bisa bermain 8 game
Dan raih jackpot puluhan sampai ratusan juta setiap harinya..
WHATSAPP : +855967646513
PIN BB : 2B382398
http://topiemas.com
http://zonaemas.com
HOT PROMO DI SITUS SAHABATKARTU
ReplyDelete===========================================
Hai Teman - Teman Smuanya, Yang Hobi Bermain Judi DOMINO99 ONLINE
Anda Merasa Capek, DEPOSIT Teruss..Tapi Tidak Pernah Witdraw ?
Tidak Ada Salahnya Mencoba Bermain Di Situs SAHABATKARTU
HANYA 4 LANGKAH UNTUK MENANG
DAFTAR >> DEPOSIT >> MAIN >> WITHDRAW
Kesempatan Anda Untuk Menang Berkali - Kali Di Sini !
==================================================
Nikmati Seluruh Game Berkualitas & Raih Kemenangan Anda !!
Games Yang di Hadirkan SAHABATKARTU Yaitu :
* Poker Online
* BandarQ
* DOMINO99
* Bandar Sakong
* Sakong
* BANDAR66
* AduQ
* Sakong
==========================================
SPECIAL PROMO KHUSUS MEMBER SETIA SAHABATKARTU
- Minimal DP & WD Cuma Rp. 20.000
- BONUS CASHBACK 0.5% ( Setiap Hari Senin )
- REFERRAL 15% ( Seumur Hidup )
- 100% NON ROBOT & 100% TANPA ADMIN BERMAIN
- 100% GAMPANG MENANG
- JACKPOT HARIAN HINGGA JUTA RUPIAH
=============================================
AKSES KAMI DI LINK RESMI :
- www.Kartu1945.com
- www.Kartu1945.net
- www.Kartu1945.org
- www.Kartu1945.info
=====================
silakan konfirmasi ke Custumer Service kami yang Cute dan ramah 24JAM/7 tanpa Henti
* Livechat : SAHABATKARTU
* PIN BB : 2BCDBEE2
* Whatsapp : +85581734028
SAHABATKARTU | AGEN BANDARQ | BANDARQ ONLINE | ADUQ ONLINE | DOMINO99 TERBAIK
Nikmati bonus meriah akhir Tahun 2018 di situs www.bolavita.club - Situs taruhan online nomor satu di indonesia !
ReplyDeleteMemberikan Bonus Deposit s/d 1.000.000,- ! Mudah, Aman & Terpercaya !
Daftar sekarang juga ! Info selengkapnya hubungi :
WeChat: BOLAVITA
Line : cs_bolavita
WA : +62812-2222-995
BBM : BOLAVITA
Aplikasi Playstore / App Store : BOLAVITA Sabung Ayam
Jadwal Sabung Ayam Online Filipina Hari Rabu Tanggal 08 November 2021
ReplyDeleteKunjungi Segera Situsnya Hanya Di :
Prediksi Dan Jadwal Tarung Cockfight 08 Desember 2021
Link Jadwal Silahkan Klik Situs Ini » Jadwal Ayam Terupdate